Keutamaan Bersabar Dalam Menghadapi Cobaan

0

Keutamaan Bersabar Dalam Menghadapi CobaanManusia tidak diciptakan untuk tujuan bersenang-senang di dunia, tetapi ia diciptakan untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Bagi orang yang mau bersabar dalam mengabdi kepada-Nya, barulah Allah akan memberinya kesenangan yang agung di surga nanti. Karena dunia bukanlah tempat untuk mencari kesenangan, maka wajar apabila kita melihat berbagai ujian yang ada di dalamnya. Ada berbagai macam cobaan Allah yang harus dihadapi oleh setiap manusia yang hidup, karena Ia ingin mengetahui sejauh mana kesungguhannya menjadi hamba-Nya, sebesar apa keimanannya, dan sedalam apa cintanya kepada-Nya. Orang yang bersabar ketika ditimpa bencana dan musibah berarti derajat keimananya telah tinggi, sehingga Allah akan menempatkannya di tempat yang tinggi dan mengkaruniakannya dengan kemuliaan-kemuliaan.

Bersabar berarti tidak mengeluh atas takdir Allah yang menimpa dirinya. Ada takdir Allah yang baik dan ada juga yang buruk. Apabila takdir Allah yang baik sedang terjadi maka ia bersyukur dan semakin meningkatkan ibadahnya kepada-Nya. Dan apabila takdir buruk sedang terjadi maka ia bersabar dan menyerahkan segalanya kepada Allah Swt. Ia tidak marah dan tetap berbaik sangka kepada Allah, sebab ada hikmah di balik setiap apa yang terjadi. Mungkin air matanya menangis tetapi hatinya tetap bersandar dan pasrah kepada Allah Swt.

Ia sadar bahwa Allahlah yang menurunkan ujian itu dan Allah pula yang mengangkatnya kembali. Katika ujian telah dirasa cukup, maka ketika Allah mengangkat ujian itu darinya, maka Allah akan mengangkat pula dosa dan kotoran-kotoran yang ada pada dirinya. Sehingga ketika ia terbebas dari musibah, maka ia juga akan terbebasa dari dosa-dosa sehingga ia seperti bayi yang baru lahir, dan ia akan mendapatkan derajat yang agung di sisi-Nya. Bukankah Allah berfirman bahwa Ia mencintai orang-orang yang sabar?

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan bersabar atas berbagai cobaan. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang yang mau bersabar.

Diriwayatkan dari Malik Al-Asy’ari Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

الطَّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ وَالْحَمْدُ لِلهِ تَمْلَأُ الْمِيْزَانَ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ تَمْلَآنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، والصَّلاَةُ نُوْرٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ. كُلُّ النَّاسِ يَغْدُوْا فَبَائِعُ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوْبِقُهَا

Bersuci adalah bagian dari iman. Bacaan ‘Alhamdulillah’ itu dapat memenuhi timbangan amal. Bacaan ‘Subhanallah wal Hamdulillah’ kedua-duanya atau salah satunya memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, kesabaran adalah sinar cahaya, dan Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau mencelakanmu. Setiap orang akan lari menuju tempat yang dikehendakinya, maka ada yang menjual dirinya kepada Allah, hingga ia terbebas dari api nereka. Dan ada juga yang menjual dirinya kepada syetan dan hawa nafsunya hingga dirinya binasa. (HR Muslim)

  1. Orang yang sabar termasuk golongan orang yang selamat dan mendapatkan hidayah.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ أُعْطِىَ فَشَكَرَ، وَابْتُلِيَ فَصَبَرَ، وَظَلَمَ وَاسْتَغْفَرَ، وَظُلِمَ فَغَفَرَ ثُمَّ سَكَتَ فَقَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ مَا لَهُ؟ قَالَ: أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ

Barangsiapa yang diberi kemudian ia bersyukur, diuji kemudian ia bersabar, berbuat aniaya kemudian ia meminta ampun, dianiaya kemudian ia memaafkan, kemudian Rasulullah terdiam. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulllah, ada apa dengan mereka?’ Rasul menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang selamat dan mendapatkan hidayah’. (HR Thabrani)

  1. Kesabaran adalah kelapangan orang muslim

Rasulullah Saw. bersabda,

الصَّبْرُ مِعْوَلُ الْمُسْلِمِ

Sabar adalah peralatan (yang dipakai untuk menghilangkan sedih) seorang muslim. (HR Razin)

  1. Kesabaran adalah pelebur dosa hamba

Rasulullah Saw. bersabda,

مَا ابْتَلَى اللهُ عَبْدًا بِبَلاَءٍ وَهُوَ عَلَى طَرِيْقَةٍ يَكْرَهُهَا إِلاَّ جَعَلَ اللهُ ذَلِكَ الْبَلاَءَ كَفَارَةً وَطَهُوْرًا مَا لَمْ يَنْزِلْ مَا أَصَابَهُ مِنَ الْبَلاَءِ بِغَيْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، أَوْ يَدْعُو غَيْرَ اللهِ فِى كَشْفِهِ

Tidaklah Allah menurunkan cobaan kepada seseorang, dimana cobaan itu adalah sesuatu yang ia benci, kecuali Allah akan menjadikan cobaan itu sebagai penghapus dosanya, selama ia tidak memohon kepada selain Allah untuk menghilangkannya. (HR Ibnu Abi Dunya)

  1. Allah menghendaki kebaikan kepada orang yang mendapatkan cobaan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْهُ مِنْهُ

Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka Allah akan menurunkan cobaan untuknya. (HR Bukhari)

  1. Allah telah menyiapkan rumah khusus bagi orang-orang yang bersabar menerima cobaan.

Rasulullah Saw. bersabda, Seorang hamba, jika Allah telah lebih dahulu membuatkan rumah untuknya di surga, kemudian hamba itu belum layak untuk menempatinya karena amalnya belum cukup untuk mendapatkannya, maka Allah akan mengujinya dengan sebuah cobaan, baik badannya, hartanya, atau anaknya. Kemudian orang itu bersabar tehadap musibah itu, hingga pahalanya bisa mengantarkanya menuju rumah yang dulu telah Ia buatkan untuknya. (HR Ahmad, Abu Daud)

  1. Orang yang mendapat musibah berhak mendapat ampunan Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda,

فَإِذَا أُصِيْبَ بمُصِيْبَةٍ فِى مَالِهِ أَوْ نَفْسِهِ وَكَتَمَهَا وَلَمْ يَشْكُهَا إِلَى النَّاسِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ

Jika seseorang mendapatkan cobaan, baik pada hartanya atau jiwanya, kemudia ia menyembunyikan dari orang-orang, maka ia berhak untuk mendapatkan pengampunan Allah. (HR Thabari)

  1. Allah memberikan kabar gembira kepada hamba-Nya yang kehilangan kedua penglihatannya dengan pahala surga, jika ia rela menerima cobaan itu dan tetap memuji-Nya.

Diriwayatkan dari Anas Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

إِذَا بْتَلَيْتُ عَبْدِيْ بِحَبِيْبَتَيْهِ (أَيْ عَيْنَيْهِ) فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

Jika Aku menguji hamba-Ku dengan mengambil kedua kekasihnya (kedua matanya) kemudian ia bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga. (HR Bukhari, Tirmidzi)

  1. Orang yang sakit doanya akan dikabulkan sampai ia sembuh

Rasulullah Saw. bersabda,

لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْمَرِيْضِ حَتَّى يَبْرَأَ

Doa orang yang sakit tidak akan ditolak hingga ia sembuh dari sakitnya. (HR Ibnu Abi Dunya)

 

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply