Keutamaan Berpuasa

0

Keutamaan BerpuasaDunia, jika dipandang dengan pandangan mata kepala, maka akan terlihat hijau dan indah. Namun jika dilihat dengan mata hati maka akan terlihat hitam dan buruk. Orang-orang awam melihat dunia dengan pandangan mata kepala, sehingga melihatnya tampak indah, lalu ia tertarik dan mencintainya. Sedangkan orang khusus melihat dunia dengan pandangan mata hati, maka yang tampak olehnya adalah keburukannya, sehingga ia tidak tertarik dan memilih untuk menjauhinya. Orang yang tertarik dengan gemerlap dunia adalah tanda orang yang memperturutkan hawa nafsunya, hingga pada akhinya ia menjadi orang yang celaka, Na’udlubillahi min dzalik. Sedangkan orang yang tidak tertarik dengan godaan-godaan dunia adalah orang yang mampu menahan hawa nafsunya. Dan kepada orang yang mampu menahan hawa nafsunya, Allah akan memberinya surga, tempat orang-orang yang beruntung.

Mengendalikan hawa nafsu bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu orang-orang yang  mampu melakukannya dikatakan sebagai orang yang khusus. Orang khusus adalah orang istimewa yang benar-benar ingin menjadi hamba yang dicintai Allah. Mereka senantiasa menolak setiap ajakan hawa nafsu dengan berbagai cara yang telah diajarkan oleh para ulama. Mereka lebih banyak diam, sebab nafsu selalu mengajak untuk berkata-kata yang tidak baik. Mereka lebih banyak menyendiri, sebab nafsu selalu mengajak untuk bermain-main dengan makhluk dan melupakan Allah. Mereka gemar begadang malam untuk shalat dan bermunajat kepada-Nya, sebab nafsu selalu mengajak untuk tidur. Mereka juga lebih memilih untuk lapar, sebab nafsu selalu mengajak untuk memenuhi perutnya dengan berbagai jenis makanan.

Sungguh Allah tidak akan menyianyiakan usaha dan kerja keras hamba-hamba-Nya. Allah akan membukakan pintu rumah-Nya kepada siapa yang mengetuknya dengan kesungguhan. Allah akan mendekat kepada hamba-hamba-Nya yang mendekat kepada-Nya dengan penuh keikhlasan. Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang bersimpuh memohon rahmat di hadapan-Nya. Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya dengan penuh khusu’an. Dan pada akhirnya Allah akan mencintai mereka, sebab mereka telah mengorbankan dirinya untuk mencintai-Nya.

Salah satu ibadah yang membantu manusia untuk menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah adalah dengan menjalankan ibadah puasa. Dengan berpuasa, seseorang akan melawan hawa nafsunya hingga ia bisa memenangkannya. Dan orang yang berhasil menang dari hawa nasunya maka hatinya akan hidup. Dan jika hatinya telah hidup maka ia akan senang kepada makanan-makanan hati. Dan makanan-makanan hati itu adalah keimanan dan amal shaleh, yang akan mengantarkannya menjadi hamba yang dicintai oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan menjalankan ibadah puasa di dalam hadits-haditsnya. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu khusus.

Rasulullah Saw. bersabda, Di dalam surga ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan, yang hanya khusus diperuntukkan untuk orang-orang yang berpuasa. Tidak seorang pun diperkenankan masuk selain golongan mereka. Dikatakan kepada mereka, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka berdirilah mereka. Setelah mereka semua masuk ke dalam pintu surga tersebut, pintu itu pun langsung ditutup. Hingga tidak ada seorang pun selain dari golongan mereka yang bisa masuk ke dalamnya. (HR Ahmad)

  1. Puasa adalah perisai dari api neraka

Rasulullah Saw. bersabda, Puasa adalah perisai dan benteng yang dapat membentenginya dari api neraka. (HR Ahmad, Al-Baihaqi)

 

Rasul juga bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ مَا لَمْ يُخْرِقْهَا بِكَذِبٍ أَوْ غِيْبَةٍ

Puasa adalah perisai dari api neraka, sebagaimana perisai seseorang ketika berperang di medan perang, selama ia tidak merusaknya dengan dusta dan ghibah. (HR Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah)

  1. Orang yang berpuasa akan berbahagia ketika bertemu dengan Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda, Sesungguhnya orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan; Yaitu kebahagiaan di saat ia berbuka puasa, dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Allah Swt. (HR Muslim)

  1. Puasa menjadikan tubuh sehat

Rasulullah Saw. bersabda, Berpuasalah niscaya kamu sehat. (HR Ibnu Sunni)

  1. Bau mulut orang yang berpuasa bagaikan minyak kasturi

Rasulullah Saw. bersabda, Di sisi Allah, perubahan bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi dari pada minyak kasturi.

  1. Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih

Rasulullah Saw. bersabda, Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doanya diterima, dan pahala amalnya akan dilipat gandakan. (HR Dailami)

  1. Doa yang dilakukan ketika berbuka puasa akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda, Doa orang yang berpuasa pada saat berbuka akan diterima. (HR Ibnu Majah, Al-Hakim)

  1. Orang yang mau memberi buka kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala puasa.

Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan dari hasil pekerjaannya yang halal, maka para Malaikat akan mendoakannya sepanjang malam di bulan Ramadhan, dan Malaikat Jibril akan menyalaminya pada malam Lailatul qadar. Barangsiapa yang telah disalami oleh Malikat Jibril maka ia akan banyak menangis dan hatinya menjadi lunak. Salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang tidak memiliki kemampuan sebagaimana yang kau contohkan?’ Rasul mennjawab, ‘Maka cukup dengan sepotong roti saja’. Sahabat itu bertanya lagi, ‘Jika ia tidak memiliki sepotong roti?’ Rasul menjawab, ‘Maka sepotong makanan’. Sahabat itu bertanya lagi, ‘Jika masih juga tidak memilikinya?’ Rasul menjawab, ‘Seteguk air susu’. Sahabat itu bertanya lagi, ‘Jika masih juga tidak memiliki?’ Rasul menjawab, ‘Maka seteguk air putih’. (HR Ibnu Hibban, dalam kitab Ad-Dhu’afa’).

  1. Allah sendiri yang akan menentukan jumlah pahala orang yang berpuasa.

Dikatakan di dalam hadits qudsi,

الصَّوْمُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ

Puasa adalah urusan-Ku, maka Akulah yang menentun pahalanya.

  1. Puasa akan memberi syafa’at kepada orang yang berpuasa

Diriwayatkan dari Abdullan bin Umar Ra. Rasulullah Saw. bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُوْلُ الصِّيَامُ: أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهْوَةَ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ، وَيَقُوْلُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ، قَالَ: فَيُشْفَعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an, keduanya akan menjadi syafa’at bagi hamba-Ku pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Allah, aku telah menahan hamba-Mu untuk menjauhi makanan dan menahan syahwat, maka berilah aku izin untuk memberi syafa’at kepadanya’. Kemudian Al-Qur’an berkata, ‘Aku telah menghalanginya untuk tidur di tengah malam, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at’. Rasulullah bersabda, ‘Maka keduanya pun memberikan syafa’at’. (HR Ahmad, Thabrani)

  1. Pahala puasa sunnah lebih besar dari pada emas yang memenuhi bumi

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

لَوْ أَنَّ رَجُلاً صَامَ يَوْمًا تَطَوُّعًا ثُمَّ أُعْطِيَ مِلْأ الْأَرْضِ ذَهَبًا لَمْ يَسْتَوْفِ ثَوَابُهُ دُوْنَ يَوْمِ الْحِسَابِ

Jika seorang muslim berpuasa sunnah satu hari, kemudian ia diberi emas seisi bumi, maka pemberian itu belum sebanding dengan pahala (puasa) yang diterimanya, di hari perhitungan amal nanti. (HR Abu Ya’la, Thabrani)

  1. Puasa adalah zakat badan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulllah Saw. bersabda,

لِكُلِّ شَيْئٍ زَكَاةٌ وَزَكَاةُ الْجَسَدِ الصَّوْمُ، وَالصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ

Setiap sesuatu memiliki kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya. Dan zakat badan adalah dengan berpuasa. Dan puasa adalah bagian dari kesabaran. (HR Ibnu Majah)

  1. Orang yang berpuasa Ramadhan akan diampuni dosa-dosanya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasululla Saw. bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَة الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu juga akan diampuni. (HR Bukhari, Muslim)

 

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply