Keutamaan Berbaik Sangka Kepada Allah Swt.

0

Keutamaan Berbaik Sangka Kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri. Membersihkan diri tidak hanya badan saja tetapi juga hati. Apalah artinya badan yang bersih jika hatinya kotor, padahal hati adalah tempat pandangan Allah Swt. Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk dan kulitmu, tetapi Allah melihat pada hatimu. Hati yang bersih akan berisi dengan sifat-sifat yang baik, sedangkan hati yang kotor akan berisi dengan sifat-sifat yang buruk. Apabila Allah memandang hati manusia dan yang tampak di dalamnya adalah keangkuhan, kesombongan, iri hati, dengki, dendam, permusuhan, dan cinta dunia maka Allah akan murka padanya. Sebaliknya, apabila Allah memandang hati manusia dan yag tampak di dalamnya adalah ketawadhuan, pemaaf, pemurah, bersyukur, persaudaraan, dan cinta akherat maka Allah akan mencintainya.

Orang yang menginginkan cinta Allah pasti berusaha agar hatinya selalu bersih. Cara untuk membersihkan hati sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah, adalah dengan banyak berzikir kepada Allah. Rasul pernah bersabda, ‘Hati manusia juga bisa berkarat sebagaimana besi. Dan cara untuk membersihkan karat itu dengan berzikir kepada Allah’. Ketika seseorang gemar menyibukkan dirinya dengan zikir, maka cahaya Allah akan turun dan masuk ke dalam hatinya. Dan ketika cahaya Allah telah masuk ke dalam hati, maka ia akan menghancurkan segala kotoran dan penyakit hati yang ada di dalamnya. Dan ketika penyakit hati telah hilang, maka hatinya akan sehat. Dan hati yang sehat akan mencari makanan yang sehat.

Makanan-makanan dari hati yang sehat sangatlah banyak, diantaranya bersabar ketika menghadapi cobaan dan ujian dari Allah, bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah, mencintai segala sesuau yang dicintai Allah, rindu kepada Rasulullah, senang berteman dengan para ulama dan orang-orang shaleh, menerima dengan senang hati atas apa yang mnejadi takdir dan ketetapan Allah, menghormati orang lain karena ia merasa lebih buruk darinya, mendahulukan cintanya hanya untuk Allah dan Rasulullah, berbaik sangka kepada Allah, dst. Barangsiapa yang berbaik sangka kepada Allah Swt., Sungguh Ia telah menjanjikanakan kemuliaan yang besar.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan berbaik sangka kepada Allah di dalam hadits-haditsnya. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Allah telah menyediakan pahala besar bagi orang yang selalu berbaik sangka kepada-Nya dan memiliki harapan besar untuk mendapatkannya.

Disebutkan di dalam hadits qudsi bahwa Allah Swt. berfirman, Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya jika kamu berdoa kepada-Ku dan berharap mendapatkan ampunan-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu atas apa yang kamu lakukan, dan Aku tidak peduli. Wahai anak cucu Adam, jika dosa-dosamu memenuhi langit, kemudian kamu memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu. Wahai anak cucu Adam, jika kamu datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan yang memnuhi bumi, kemudian kamu menemui-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu, maka Aku akan mengampui dosa-dosamu. (HR Tirmidzi)

  1. Baik sangka kepada Allah adalah Ibadah yang terbaik

Rasulullah Saw. bersabda, Sesungguhnya berbaik sangka termasuk bagian dari ibadah yang paling baik. (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban)

  1. Berbaik sangka kepada Allah ketika menghadapi Sakaratul Maut agar berbuah Khusnul Khatimah

Rasulullah Saw. bersabda,

لاَ يَمُوْتُنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ

Janganlah salah seorang diantara kalian meninggal dunia, kecuali ia berbaik sangka kepada Allah Swt.  (HR Muslim)

Diriwayatkan, suatu ketika Rasulullah Saw. mendatangi orang yang sedang Sakaratul maut, dan beliau bertanya kepadanya, ‘Apa yang sedang kamu rasakan sekarang?’ Orang itu menjawab, ‘Aku sangat berharap kepada Allah, kiranya Dia menyelamatkanku, karena sesungguhya aku takut atas menumpuknya dosa-dosaku’. Rasulullah Saw. bersabda, ‘Tidaklah dua perasaan ini berkumpul di dalam hati seseorang, kecuali Allah akan memberikan apa yang diharapkannya, dan melindunginya dari apa yang ditakutinya. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Abi Dunya)

  1. Allah akan mewujudkan apa yang disangkakan hamba-Nya

Abdullah bin Mas’ud Ra. berkata,

وَالَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ غَيْرُهُ، لاَ يُحْسِنُ عَبْدٌ بِاللهِ الظَّنَّ إِلاَّ أَعْطَاهُ ظَنَّهُ وَذَلِكَ لِأَنَّ الْخَيْرَ فِى يَدِهِ

Demi Dzat yang tiada Tuhan melainkan Dia, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada Allah, kecuali Allah akan mewujudkan apa yang telah disangkanya terhadap-Nya, karena segala kebaikan ada di tangan-Nya. (HR Thabrani)

  1. Orang yang berbaik sangka kepada Allah akan selamat dari neraka

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

أَمَرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعَبْدٍ إِلَى النَّارِ، فَلَمَّا وَقَفَ عَلَى شَفَتِهَا الْتَفَتَ فَقَالَ: أَمَّا وَاللهِ يَا رَبِّ، إِنْ كَانَ ظَنِّيْ بِكَ لَحَسَنٌ، فَقَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: رُدُّوْهُ أَنَا عِنْدَ حُسْنِ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ

Allah Swt. pernah menyuruh seorang hamba untuk masuk ke neraka. Ketika ia telah berdiri di tepi neraka, ia menoleh ke samping dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi Allah, bukankah aku telah berbaik sangka kepada-Mu?’ Allah menjawab, ‘Kembalikanlah orang ini, karena Aku akan mewujudkan prasangka baik hamba-Ku terhadap-Ku’. (HR Al-Baihaqi)

 

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply