Keutamaan Bangun Malam Dan Shalat Malam

0

Keutamaan Bangun Malam Dan Shalat MalamAllah tidak menciptakan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah Swt. Oleh karena itu Allah sangat menyukai manusia yang menggunakan sebagian waktunya untuk beribadah kepada-Nya. Allah mengetahui keterbatasan yang ada di dalam diri setiap manusia, oleh karena itu Ia menciptakan ibadah yang bermacam-macam agar manusia dapat memilih mana ibadah yang lebih disukainya, sehingga ia merasa ringan ketika melakukannya.

Setiap orang memiliki kecenderungan terhadap ibadah tertentu. Ada orang yang merasa ringan ketika melakukan shalat, sehingga ia mampu mengerjakan shalat ratusan atau bahkan ribuan rekaat dalam sehari semalam. Ada pula yang senang melakukan puasa, sehingga ia banyak melalui hari-harinya dengan berpuasa. Ada pula yang gemar menginfakkan hartanya di jalan Allah. Siapa saja yang memerlukan bantuan dana maka ia akan menjadi orang yang paling cepat memberikannya. Ada pula orang yang senang membantu orang lain dengan tenaga dan keterampilannya, dst.

Allah Swt. akan menerima setiap kebaikan yang diniatkan untuk beribadah kepada-Nya. Allah akan menilai besar atas ibadah yang tampak kecil namun dilakukan dengan ikhlas. Tetapi jika ia tidak melakukannya dengan ikhlas, maka sebesar dan sebanyak apapun kebaikan, maka Allah tidak akan menerimanya dan Ia tidak akan membalasnya dengan pahala. Oleh karena itu, agar semua ibadah dan kebaikan bisa diterima oleh Allah, seorang muslim harus melatih diri dengan hatinya, karena hati yang terlatih akan bisa meluruskan niat.

Niat yang lurus adalah niat yang hanya bertujuan mencari ridha Allah Swt. Niat yang tidak bertujuan mencari pujian makhluk. Niat yang tidak mencari sedikit dari keuntungan duniawi. Niat yang tidak mencari imbalan apapun. Niat yang bertujuan menjalankan perintah Allah dan hanya mengabdi kepada-Nya. Tidak dikarunia niat yang lurus, kecuali ia telah dijaga oleh Allah. Orang yang dijaga oleh Allah adalah ia yang telah dipilih dan diistimewakan-Nya, sehingga ia akan mendapatkan kemuliaan-kemuliaan dari-Nya. Ia akan mendapatkan pahala-pahala yang berlimpah dari tiap detik ketaatannya sampai ia mengakhiri hidupnya dengan kematian yang baik. Dan semoga kita termasuk golongan orang ini. Amiin.

Allah mengetahui bahwa manusia tidak mudah untuk mendapatkan niat yang benar, oleh karena itu Allah ingin menutup ibadah-ibadah yang kurang sempurna dengan suatu ibadah tertentu yang memiliki keutamaan yang besar. Dengan kedermawanan dan kemuliaan-Nya, Allah menciptakan ibadah tertentu di waktu tertentu, yang menjadikan seorang hamba bisa meluruskan niatnya sehingga ia dapat merasakan kekhusu’an dan keintiman pertemuan dengan Allah Swt. Ketika melakukan ibadah ini, seorang hamba akan bisa merasakan pengawasan, keagungan, dan kelembutan Allah Swt. sehingga ia merasakan betapa dirinya penuh dengan dosa-dosa yang sangat berharap pada ampunan dan pertolongan-Nya, dan ia akan mendapati air matanya telah mengalir membasahi pipinya. Itulah ibadah bangun malam.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan bangun malam dan shalat di malam hari. Inilah beberapa keutamaan-keutamaannya:

  1. Shalat malam merupakan shalat yang paling utama yang tingkatannya berada di bawah shalat wajib

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Haram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (HR Muslim)

  1. Orang yang selalu mengerjakan shalat malam akan masuk surga tanpa dihisab

Rasulullah Saw. bersabda, Semua manusia akan dikumpulkan di satu tempat pada hari kiamat. Kemudian ada suara yang memanggil, ‘Manakah orang-orang yang lambung mereka jauh dari tempat tidur?’ Maka mereka pun langsung berdiri. Jumlah mereka sedikit. Lalu mereka akan masuk surga tanpa dihisab. Kemudian akan diperintahkan kepada seluruh manusia untuk menuju ke suatu tempat untuk dihisab. (HR Imam Baihaqi)

  1. Bangun malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapus dosa-dosanya

Dari Abu Umamah Ra. Rasulullah Saw. bersabda, Hendaklah kalian bangun malam, karena sesungguhnya hal itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, dapat mnedekatkan kepada Tuhan kalian, dapat menghapus dosa-dosa, dan dapat mencegah kalian dari perbuatan dosa. (HR Tirmidzi)

  1. Bangun malam dapat menyehatkan badan

Dari Salman al-Farisi Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَمَقْرَبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ

Hendaklah kalian bangun malam, karena sesungguhnya hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, dapat mendekatkan kalian kepada Tuha  kalian, dapat menghapus dosa-dosa, dapat mencegah kalian dari perbuatan dosa, dan dapat menghilangkan penyakit dari badan. (HR Thabrani)

  1. Orang yang mau bangun malam akan masuk surga

Rasulullah Saw. bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوْا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوْا الطَّعَاَم وَصِلُّوْا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan kepada orang-orang miskin, sambung hubungan kekerabatan, dan shalatlah pada waktu malam ketika manusia tidur. Maka kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR Tirmidzi)

  1. Bangun malam merupakan kehormatan bagi seorang muslim, baik dunia maupun akherat

Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad Saw. kemudian berkata,

يَا مُحَمَّدْ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ. وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَائُهُ عَنِ النَّاسِ

Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, (tetapi ingatlah) sesungguhnya kamu akan mati. Dan kerjakan sesukamu, (tetapi ingatlah) sesungguhnya kamu akan diberi balasan, dan cintailah sesukamu, (tetapi ingatlah) sesungguhnya kamu akan berpisah dengannya. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kehormatan seorang mukmin itu terletak pada bangun malam, dan kemuliaannya adalah ketidakbergantungannya pada orang lain. (HR Thabrani)

Rasul juga bersabda,

أَشْرَفُ أُمَّتِيْ حَمَلَةُ الْقُرْآنِ وَأَصْحَابُ اللَّيْلِ

Orang yang paling mulia diantara umatku adalah orang yang hafal Al-Qur’an dan orang yang bangun malam. (HR Al-Baihaqi)

  1. Orang yang shalat malam tidak akan mengalami kegagalan

Dari Ibnu Mas’ud Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَا خَيَّبَ اللهُ امْرَأً قَامَ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ فَافْتَتَحَ سُوْرَةَ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ

Allah tidak akan menggagalkan seseorang yang bangun pada tengah malam, kemudian ia membaca surat al-Baqarah dan Ali Imran. (HR Thabrani)

  1. Orang yang bangun malam dan shalat malam akan menerima karunia kedekatan dengan Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الرَّبُّ مِنَ الْعَبْدِ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخِرِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُوْنَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى فِى تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah di tengah malam yang akhir. Maka jika engkau mampu menjadi bagian dari orang-orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka lakukanlah!. (HR Tirmidzi)

  1. Orang yang bangun malam akan dicatat dan dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang memperbanyak dzikir kepada Allah

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

إِذَا أَيْقَظَ رَجُلٌ أَهْلَهُ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلِّيَا أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا كُتِبَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ وَالذَّاكِرَاتِ

Jika seseorang membangunkann istrinya, kemudian mereka berdua shalat atau masing-masing shalat dua rekaat, maka mereka berdua akan dicatat sebagai golongan laki-laki yang mengingat Allah dan golongan perempuan yang mengingat Allah. (HR Abu Dawud)

  1. Allah akan memberikan pahala kepada orang yang tidur dalam keadaan suci dengan niat ingin bangun malam

Rasulullah saw. bersabda,

مَا مِنْ امْرِئٍ تَكُوْنُ لَهُ صَلاَةٌ بِلَيْلٍ فَيَغْلِبُهُ عَلَيْهَا نَوْمٌ إِلاَّ كَتَبَ اللهُ لَهُ أَجْرَ صَلاَتِهِ وَكَانَ نَوْمُهُ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ

Tidaklah seorang pun yang berniat mengerjakan shalat malam, kemudian ia dikalahkan oleh rasa kantuk, kecuali Allah akan mencatat baginya pahala shalatnya. Dan tidurnya itu merupakan sedekah baginya. (HR Abu Dawud, An-Nasa’i)

Rasul juga bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يُحَدِّثُ نَفْسَهُ بِقِيَامِ سَاعَةٍ مِنَ اللَّيْلِ فَيَنَامُ عَنْهَا إِلاَّ كَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللهُ بِهَا عَلَيْهِ وَكَتَبَ لَهُ أَجْرَ مَا نَوَى

Tidak ada seorang hamba pun yang berbicara kepada dirinya (berniat) untuk bangun pada sebagian waktu dari malam, tetapi kemudian ia tertidur, kecuali tidurnya itu adalah sedekah yang diberikan Allah kepadanya. Dan Allah akan mencatat baginya pahala atas apa yang ia niatkan. (HR Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya)

 

Wallahu A’lam

 

 

Share.

Leave A Reply