Keutamaan Adzan dan Muadzzin

0

Keutamaan Adzan dan MuadzzinAllah tidak main-main dalam memberikan balasan atas suatu amal ibadah. Orang yang taat dan patuh kepada perintah-Nya maka ia akan memperoleh sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Detik-detik waktu menyebut nama Allah adalah ibadah. Dan nilai detik ibadah itu sangatlah besar. Lebih besar dari dunia dan segala isinya. Subhanallah. Orang yang memahami hal ini tentu tidak akan mengisi umurnya dengan hal-hal yang sia-sia. Namun ia akan memanfaatkan umurnya dengan sebaik-baiknya dalam mengabdi kepada Tuhannya. Sungguh waktu yang terlewat tidak akan kembali lagi, dan hidup hanya sekali yang tidak boleh disesali.

Berdzikir menyebut-nyebut nama Allah adalah ibadah yang memiliki nilai pahala yang agung. Dan orang yang mengajak orang lain untuk menyebut-nyebut nama Allah dan mengingat-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dari Allah. Dialah seorang Mu’adzzin (orang yang mengumandangkan adzan) untuk mengajak manusia menjalankan shalat lima waktu. Dia telah mendahului manusia, yang sebagian mereka mungkin sedang tidur, atau sedang asyik bercanda dengan anak-anaknya, atau sedang asyik menikmati makanan dan minuman yang lezat, atau sedang menonton televisi, atau sedang asyik mendengarkan musik dan lagu-lagu, atau sedang memadu kasih dengan pasangannya, atau sedang menikmati pemandangan yang menyejukkan mata, atau sedang sibuk dengan urusan-urusan duniawi yang melalaikan. Oleh karena itu ia didahulukan Allah. Ia diutamakan Allah. Ia ditinggikan derajatnya. Ia diberi hadiah yang luar biasa. Ia dikasihi-Nya.

Nabi Muhammad Saw. telah menjelaskan kepada kita akan keutamaan-keutamaan Mu’adzzin yang sangat agung. Diantara keutamaan-keutamaan itu adalah:

  1. Orang yang mendengar suara adzan akan menjadi saksi bagi Mu’adzzin

Dari Abu Sa’id al-Khudzri, Rasulullah Saw. bersabda,

لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ، إِلاَّ يَشْهَدُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah jin, manusia, atau sesuatu apapun yang mendengar suara Mu’adzzin, kecuali ia akan menjadi saksi bagi sang Mu’adzzin pada hari kiamat. (HR Bukhari).

Dalam riwayat lain disebutkan,

أَنَّهُ يَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَ يَابِسٍ

Sesungguhnya akan menjadi saksi baginya, segala sesuatu yang basah dan yang kering. (HR Abu Dawud)

  1. Adzan memiliki keutamaan yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah Swt.

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلْ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا لاَ اسْتَهَمُوْا عَلَيْهِ

Sekiranya manusia mengetahui pahala Mu’adzzin dan Shaf awal (di dalam shalat berjama’ah), dan mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, tentu mereka akan melakukan undian itu. (HR Bukhari)

Dari Abu Sa’id Ra. Rasulullah Saw. bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى التَّأْذِيْنِ لَتَضَارَبُوْا بِالسُّيُوْفِ

Sekiranya manusia mengetahui (pahala) yang terdapat di dalam adzan, niscaya mereka akan saling menyabetkan pedang. (HR Imam Ahmad)

Maksudnya, akan terjadi pertengkaran dan perkelahian diantara mereka, karena masing-maisng ingin memenangkan undian tersebut. Ungkapan ini dipakai hanya untuk menunjukkan betapa besarnya nilai pahala yang akan didapatkan oleh Muadzzin, sebab pertengkaran adalah hal yang tidak dibolehkan.

  1. Mu’adzzin akan mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah

Dari Anas Ra. Rasulullah saw. bersabda,

يَدُ الرَّحْمَنِ فَوْقَ رَأْسِ مُؤَذِّنٍ، وَأَنَّهُ لَيُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ أَيْنَ بَلَغَ

Tangan Allah berada di atas kepala Mu’adzzin. Dia akan mengampuni sepanjang jarak yang dijangkau suaranya. (HR Thabrani, Kitab al-Ausath)

  1. Dengan adzannya, seorang Mu’adzzin dapat mengusir syetan

Diriwayatkan dari Jabir Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ذَهَبَ حَتَّى يَكُوْنَ مَكَانَ الرَّوْحَاءِ

Sesungguhnya di saat setan mendengar seruan untuk shalat, maka ia akan pergi hingga sampai di Rauha’ (hamparan yang luas) (HR Muslim)

Perawi hadits menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan Rauha’ adalah suatu daerah yang bejarak sekitar 36 mil dari kota Madinah. Sekarang tempat ini dikenal dengan nama ‘Sumur Rauha’ yang terletak di sebelah masjid.

  1. Mu’adzzin termasuk golongan yang dicintai Allah Swt.

Diriwayatkan dari Anas Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang paling cinta kepada Allah adalah para pemerhati matahari dan bulan (Mu’adzzin). Sesungguhnya mereka dapat dikenali pada hari kiamat nanti, dengan panjangnya leher mereka (HR Thabrani, Kitab al-Ausath)

Yang dimaksud dengan para pemerhati matahari dan bulan adalah mereka yang selalu memperhatikan pergerakan bintang-bintang, sehingga mereka mendapat petunjuk mengenai waktu-waktu shalat lima waktu.

  1. Seorang Mu’adzin akan terjaga dari dahsyatnya hari kiamat, karena mereka berada di tempat yang mulia

Rasulullah Saw. bersabda,

لاَ يَهُوْلُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَلاَ يَنَالُهُمُ الْحِسَابُ، هُمْ عَلَى كُثُبٍ مِنْ مِسْكٍ حَتَّى يَفْرَغَ مِنْ حِسَابِ الْخَلاَئِقِ

Ketakutan hari kiamat tidak membuat mereka khawatir, dan mereka tidak dihisab. Mereka berada di atas timbunan minyak kasturi hingga selesai perhitungan amal bagi semua makhluk

  1. Para Mu’adzzin adalah hamba-hamba Allah yang terbaik

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ خِيَارَ عِبَادِ اللهِ الَّذِيْنَ يُرَاعُوْنَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ لِذِكْرِ اللهِ

Sesungguhnya sebak-baik hamba Allah adalah mereka yang memperhatikan matahari, bulan, dan bintang (Muadzzin), dengan tujuan untuk mengingat Allah (HR Ibnu Majah, Kitab Sunan Ibnu Majah)

 

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply