Keturunan Rasulullah SAW Masih Terus Ada Sampai Hari Kiamat

0

Keturunan Rasulullah SAW Masih Terus Ada Sampai Hari Kiamat. Pada zaman akhir ini ada sekelompok Islam yang memiliki pendapat yang bertentangan dengan mayoritas Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka mengatakan bahwa Nabi kita tidak mempunyai keturunan dari anak laki, yang ada hanya dari anak perempuan. Makanya di akhir zaman ini tidak layak ada yang mengaku keturunan Nabi saw…

Begitulah pendapat mereka, Lalu bagaimana jawaban Ahlus Sunnah Wal Jamaah?
Nasab Sayidina Hasan dan Husain yang dinisbatkan kepada Rasulullah melalui jalur ibu mereka yaitu Sayyidatuna Fatimah adalah sebuah kekhususan. Ini berdasarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw :
ﻋﻦ ﺟَﺎﺑِﺮٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺟَﻌَﻞَ ﺫُﺭِّﻳَّﺔَ ﻛﻞ ﻧَﺒِﻲٍّ ﻓﻲ ﺻُﻠْﺒِﻪِ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺟَﻌَﻞَ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﻓﻲ ﺻُﻠْﺐِ ﻋَﻠِﻲِّ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻃَﺎﻟِﺐٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻨﻪ
Dari Jabir berkata, Rasululah saw bersabda :“Sesungguhnya Allah telah menjadikan keturunan setiap nabi dalam sulbinya masing-masing dan sesungguhnya Allah menjadikan keturunanku dalam sulbi Ali bin Abi Thalib.”(HR Thabrani).

Akan tetapi tidak semua keturunan Sayyidina Ali bin Abi Thalib nasabnya disambungkan kepada Rasulullah. Penisbatan ini hanya dikhususkan bagi keturunan Sayyidina Ali dari Sayyidatuna Fatimah, putri Rasulullah. Dalam riwayat lain disebutkan :
ﻋﻦ ﻋُﻤَﺮَ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺳﻤﻌﺖ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﻛُﻞُّ ﺑﻨﻲ ﺃُﻧْﺜَﻰ ﻓﺈﻥ ﻋَﺼَﺒَﺘَﻬُﻢْ ﻷَﺑِﻴﻬِﻢْ ﻣﺎ ﺧَﻼ ﻭَﻟَﺪَ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﺃﻧﺎ ﻋَﺼَﺒَﺘُﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮْﻫُﻢ
Dari Umar, berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Setiap anak dari seorang wanita dinisbatkan kepada ayahnya kecuali anak Fatimah, karena sesungguhnya akulah ashabah mereka dan akulah ayah mereka.”
(HR Thabrani).

Oleh karena itu, keturunan putri-putri Nabi yang lain meski pun masih bisa dikatakan sebagai dzurriyyah Rasul, akan tetapi nasabnya tidak tersambung kepada Rasulullah saw. Begitu juga anak dari seorang wanita keturunan Sayyidatuna Fatimah yang menikah dengan lelaki yang bukan ahlul bait, nasabnya disandarkan kepada ayah mereka dan bukan kepada ibunya.
Di antara bukti yang kuat mengenai kepastian mengenai terus berlangsungnya keturunan Rasulullah saw adalah sabda beliau:
ﻳﺂ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧِّﻲ ﻗَﺪْ ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴْﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺇِﻥْ ﺑِﻪِ ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮْﺍ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻋِﺘْﺮَﺗِﻲ ﺃَﻫْﻞَ ﺑَﻴْﺘِﻲ
“Wahai manusia, sungguh aku telah meninggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh dengannya kalian tidak akan tersesat yaitu kitabullah dan itrahku (keturunanku), ahlul baitku”
(HR Turmudzi).

Yang dimaksud `itrah dalam hadits tersebut adalah keturunan dan kerabat Nabi terdekat, ini menunjukkan bahwa nasab Rasulullah saw masih berlangsung setelah wafatnya beliau.

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply