Kau tidak bisa memaksa dirimu juga orang lain agar berkata-kata baik, sebelum kau mendidik dadamu dan dadanya. Karena kata-kata itu bersumber dari dalam dada

0

Kau tidak bisa memaksa dirimu juga orang lain agar berkata-kata baik, sebelum kau mendidik dadamu dan dadanya. Karena kata-kata itu bersumber dari dalam dada.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa wajah adalah cerminan hati. Ungkapan itu tentu benar. Apabila hati kita sedang merasa bersedih maka wajah kita akan terlihat muram dan kusut. Namun jika hati kita sedang merasa gembira, maka wajah kita akan tampak tersenyum dan berseri-seri. Begitulah anggota badan menunjukkan apa yang tersimpan di dalam dada.

Allah dan Rasulullah Saw. Memerintahkan manusia agar senantiasa membersihkan hatinya, sebab hati yang bersih akan membawa anggota badan pada hal-hal yang baik. Hati yang telah terbebas dari kotoran akan menjadi suci, sehingga ia akan menyukai kesucian. Semua ibadah dan ketaatan adalah hal-hal yang suci. Oleh karena itu anggota badan yang menyukai ibadah menunjukkan kesucian hatinya.

Hati yang suci akan menjadikan Allah sebagai cinta terbesarnya, sebab Dialah satu-satunya Dzat yang Maha Quddus (suci). Setelah itu ia akan mencintai Rasulullah Saw. sebagai cinta keduanya, sebab dialah satu-satunya makhluk yang paling suci. Lalu ia akan mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasulullah, yaitu para sahabat, para ulama, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang mengikuti jalan-jalan mereka, sebab mereka adalah orang-orang yang senang kepada kesucian, sehingga Allah benar-benar mensucikan diri mereka dari dosa-dosa.

Cintanya kepada Allah dan Rasulullah Saw. ia buktikan dengan mencintai apa-apa yang dicintai oleh Keduanya. Allah mencintai hamba-hamba yang shaleh, maka ia berusaha untuk menjadi hamba yang shaleh. Allah mencintai hamba-hamba yang bertakwa, maka ia cinta kepada ketakwaan. Allah mencintai hamba-hamba yang bertaubat, maka ia senang bertaubat, baik ketika melakukan kemaksiatan atau tidak. Allah menyukai hamba-hamba yang menyucikan diri, maka ia senang untuk menyucikan dirinya setiap saat. Allah mencintai orang-orang yang berzikir, maka ia terus melakukan zikir, dst.

Apabila seseorang benar-benar membuktikan cintanya kepada Allah maka Allah pasti membalas cintanya. Dan balasan cinta-Nya adalah rahmat dan anugerah-Nya yang agung. Dan apabila seseorang telah mendapatkan rahmat dan anugerah-Nya, itulah kenikmatan dan keberuntungan yang tertinggi. Maka berbahagialah orang-orang yang telah mendapatkannya. Merekalah orang-orang yang senantiasa berkata-kata baik. Merekalah yang selalu memberikan nesehat-nasehat yang baik kepada orang-orang disekitarnya. Mereka adalah orang-orang yang memerintahkan saudaranya agar senantiasa melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar.

Allah berfirman,

إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-‘Ashr [103]: 2-3)

Allah befirman,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran [3]: 104)

 

Wallahu A’lam

 

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply