Janganlah kau merasa menderita. Hitunglah nikmat-nikmat-Nya, maka kau akan bahagia

0

Janganlah kau merasa menderita. Hitunglah nikmat-nikmat-Nya, maka kau akan bahagia.

Kebanyakan manusia merasa kesulitan untuk melihat banyaknya nikmat-nikmat yang melekat pada dirinya, sebab ia sering melihat ke atas. Ia sering melihat orang lain, yang ia padang memiliki nikmat lebih darinya. Ia sering melihat rumah-rumah yang lebih megah dari pada rumahnya. Ia sering melihat kendaraan-kendaraan yang lebih bagus dari pada kendaraannya. Ia sering membayangkan jumlah uang yang dimiliki oleh orang-orang yang kaya. Ia sering melihat jabatan-jabatan yang disandang oleh orang lain. Karena hal itu yang ia lakukan setiap hari, maka ia merasa bahwa ia tidak memiliki apa-apa. Hati senantiasa dirundung sedih dan menderita. Hal itu karena ia tidak bisa merasakan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.

Adapun orang yang beriman senantiasa merasakan kenikmatan-kenimatan yang diberikan Allah setiap saat. Dan atas semua itu, ia senaniasa bersyukur kepada Allah Swt. Ketika ia merasa kesulitan untuk merasakan nikmat-nikmat Allah, maka ia akan melihat ke bawah. Ia melihat orang-orang yang hidupnya lebih menderita darinya. Ketika melihat orang yang diuji Allah dengan sakit parah, maka ia kemudian bersyukur karena masih diberi kesehatan badan. Ketika melihat rumah yang kecil dan tidak layak, maka ia bersyukur masih memiliki rumah yang nyaman meskipun tidak terlalu besar. Ketika melihat orang yang tidak memiliki kendaraan, maka ia bersyukur telah memiliki kendaraan meski tidak terlalu bagus. Ketika melihat orang yang kelaparan dan meminta-minta, maka ia kemudian bersyukur masih bisa makan tiga kali sehari meski seadanya. Ia senantiasa bersyukur setiap saat atas nikmat-nikmat Allah yang tiada terhitung jumlahnya.

Dari sekian nikmat-nikmat Allah, nikmat-Nya yang terbesar adalah nikmat Iman dan Islam. Berapapun banyaknya kenikmatan duniawi yang dimiliki oleh manusia tidak akan melebihi nikmatnya iman kepada Allah dan Rasulullah. Apalah artinya kekayaan jika pada akhirnya ia akan dimasukkan ke dalam neraka?. Apalah artinya jabatan yang banyak jika pada akhirnya ia akan disiksa di dalam kubur?. Apalah artinya badan yang selalu sehat jika pada akhirnya ia harus meninggal dama keadaan Su’ul khatimah (akhir yang buruk)?. Lebih baik tidak memiliki apa-apa, tidak memangku jabatan apa-apa, diuji dengan tubuh yang sakit, namun pada akhirnya dimatikan dalam keadaan Khusnul khatimah (akhir yang baik), dijauhkan dari siksa kubur, dan dimaukkan ke dalam surga.

Oleh karena itu, orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang paling beriman, sebab ia telah mendapatkan nikmat yang terbesar. Di dunia orang mukmin juga merasakan kenikmatan-kenikmatan dunia sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang kafir, dan di akherat nanti Allah akan menyempurnakan nikmat-Nya hingga ia benar-benar merasa puas. Sedangkan orang kafir tidak akan merasakan apa-apa, kecuali pedihnya siksa neraka, Na’udlibillahi min dzalik.

Allah berfirman,

وَاشْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. An-Nahl [16]: 114)

Allah berfirman

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. At-Taghbun [64]: 8)

 

Wallahu A’lam

 

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply