Ikan dan Hikmah bahwa Ikan Adalah Binatang yang Paling Banyak keturunannya

0

Ikan diciptakan tanpa kaki karena ia tidak membutuhkannya untuk berjalan. Tempat tinggal ikan di air dan tidak diciptakan paru-paru bagi ikan, karena fungsi paru-paru adalah untuk bernafas. Sedangkan ikan tidak membutuhkan  itu karena ia hidup di dalam air.

Bagi ikan diciptakan dua sirip yang berfungsi seperti dayung bagi perahu. Tubuh ikan dibungkus dengan sisik-sisik yang saling tersusun rapi bagaikan baju besi, yang melindunginya dari bahaya. Ikan dibantu dengan alat penciuman yang kuat dalam mencari makanan, karena matanya lemah dan tertutupi oleh air. Air bagi binatang laut bagaikan udara bagi binatang darat.

Udara dan air adalah dua dunia, namun yang satu lebih lembut dari yang lain. Di daratan udara, di dalamnya berkeliaran hewan-hewan darat dan air di dalamnya berenang hewan-hewan air. Jika salah satu tertukar, maka akan mati. Sebagaimana hewan laut akan tersesak dengan udara, maka hewan darat akan tersedak pula dengan air. Mahasuci Allah dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang tak terbatas.

Ikan adalah hewan yang paling banyak keturunannya. Dalam perut ikan yang mengandung terdapat telur yang tidak terhitung jumlahnya. Hikmah dari itu adalah agar hewan-hewan lain bisa mendapatkan makanan dari ikan. Sebagian besar hewan memakan ikan, bahkan harimau yang ada di hutan.

Ketika mereka tidak mampu mendapatkan makanannya dari hewan darat, maka mereka mencari ikan di dalam air. Ketika hewan buas memakan ikan, burung memakan ikan, manusia memakan ikan, ikan besar memakan ikan yang lebih kecil, maka hikmah Allah sangat sesuai dengan menciptakan iakn dalam jumlah yang sangat banyak.

Jika seseorang melihat apa yang ada di dalam laut, maka dia akan terkagum-kagum dengan banyaknya jenis binatang, mutiara dan lain-lain yang jumlahnya tidak bisa dihitung kecuali oleh Allah. Orang yang memperhatikan itu semua akan menyadari betapa luasnya kerajaan Allah dan banyaknya tentara Allah yang tidak diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Wallahu A’lam.

‘Aja’ib al-Makhluqat min Manzhur Fikr al-Imam Ibnu al-Qoyyim

 

Share.

Leave A Reply