Hukum Mengadakan Perkumpulan Dan Majlis Dzikir?

0

Berkumpul dalam rangka berdzikir adalah perbuatan yang memiliki landasan hukum di dalam al-Qur’an. Allah berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

Sabarkanlah dirimu untuk berkumpul bersama dengan orang-orang yang berdo’a kepada tuhan mereka di waktu pagi dan sore. Sesungguhnya mereka ingin mengharapkan ridlo Allah. (QS. Al-Kahfi: 28).

Nabi bersabda, “Malaikat-malaikat berkeliling di jalan-jalan mencari ahli dzikir (orang-orang yang gemar berdzikir). Jika mereka menemukan kaum yang sedang berdzikir, mereka berseru, “apa yang kalian inginkan, maka Allah akan mengabulkan!”. Para Malaikat itu kemudian mengelilinginya dengan sayap-sayap mereka yang tingginya menjulang sampai ke langit dunia.

Kelanjutan hadits ini, Allah mengatakan, “saksikanlah wahai malaikat! sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka”. Lalu malaikat berkata kepada Allah, “ya Allah! di sini ada orang yang hanya duduk-duduk di sekelilingnya. Ia tidak memiliki niat untuk mengikuti majlis dzikir itu”, Allah berkata, “ini adalah suatu majlis dimana orang yang duduk bersama mereka tidak akan celaka (HR Bukhori).

Dari Mu’awiyyah rodliyallahu ‘anh, suatu ketika nabi Muhammad SAW melihat sekumpulan orang yang sedang duduk-duduk santai. Lalu nabi berkata kepada mereka, “apa yang membuat kalian berkumpul?”, mereka menjawab, “kami duduk-duduk untuk mengingat Allah. Kami mengucapan syukur dan memuji-muji Allah atas anugerah hidayah-Nya wahai nabi!”. Lanjutan hadits ini nabi bersabda, “malaikat Jibril telah memberitahukan padaku bahwa Allah mengutus malaikat-malaikat yang mengelilingimu” (HR Muslim).

Cara melakukan dzikir di dalam syareat Islam sangat banyak, dantaranya dengan menyebut-nyebut Dzat Allah, menyebutkan sifat-sifat-Nya, perbuatan-Nya, hukum-hukum-Nya, membaca kitab-Nya, atau dengan meminta dan berdo’a kepada Allah dengan memuji-muji-Nya, menyucikan-Nya, mengagungkan-Nya, dan bersyukur kepada-Nya.

Tidak ada dalil lain yang menerangkan bahwa yang dimaksud dengan majlis dzikir adalah majlis ilmu. Dari Abu Huroiroh rodliyallohu ‘anh, Rasulullah SAW bersabda, ma jalasa qoumun majlisan yadzkurunallah fiihi illa khaffathumul malaaikah, wa ghosyiyathumur rohmah wa dzakarahumullahu fiiman ‘inddah (HR Muslim), artinya: “sekumpulan orang yang duduk-duduk untuk melakukan dzikir akan dikelilingi oleh malaikat. Mereka akan diliputi dengan rahmat. Dan Allah akan memandang orang-orang yang berada di majlis itu dengan wajah-Nya”.

Imam as-Shon’ani berkata, “hadits ini menunjukkan fadhilah (keutamaan) berkumpul untuk melakukan dzikir. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwasanya para malaikat mencari-cari ahli dzikir di jalan-jalan. Ketika mereka menemukan para ahli dzikir, mereka akan berseru, “apa yang menjadi kebutuhan kalian pasti Allah akan mengabulkannya”. Lalu para malaikat meliputi mereka dengan sayap-sayap yang menjulang tinggi sampai ke langit dunia. (al-Hadits).

Yang dimaksud dengan dzikir di sini adalah mengucapkan tasbih, tahmid, membaca al-Qur’an, dan yang semisalnya. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bazzar, Allah bertanya kepada malaikat-Nya, “apa yang sedang dilakukan oleh hamba-hambaku?” (dan Allah lebih tahu atas mereka), para malaikat menjawab, “mereka mengagungkan kekuasaan-Mu, membaca kitab-Mu, bershalawat kepada nabi-Mu, dan meminta kebahagiaan dunia dan akherat kepada-Mu”.

Hakekat dzikir adalah menyebutkan nama Allah dengan lisan. Berdzikir tidak disyaratkan dengan menghayati maknanya, tetapi disyaratan tidak memiliki niat selain hanya untuk berdzikir kepada Allah. Namun apabila seseorang bisa melakukan dzikir lisan yang diiringi dzikir dengan hati, maka itu lebih sempurna. Karena dengan hati seseorang bisa mengagungkan dan mensucikan Allah SWT. (subulus salaam, imam as-Shon’ani).

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa berkumpul untuk tujuan mengingat Allah -baik itu dengan cara membaca al-Qur’an, mempelajari suatu ilmu, membaca tasbih, tahlil, dan memuji Allah dengan bertahmid- adalah bagian dari sunnah rasul yang amat dianjurkan oleh syareat Islam. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

Share.

Leave A Reply