Hidup Seperti Dipenjara Karena Banyaknya Keinginan

0

Ketika kita memiliki banyak keinginan secara tidak sadar kita telah memenjara hidup kita. Setiap detik akal pikiran itu selalu bertaut dengan keinginan-keinginan itu. Keinginan-keinginan itu timbul karena kita mencintai hal-hal yang kita inginkan itu. Cinta timbul karena nafsu yang tidak dikekang. Ketika nafsu tidak dikendalikan ia akan terus menginginkan indahnya gemerlap dunia.

Orang yang terpenjara dengan keinginan hidupnya akan susah, bahkan ia lebih susah dari orang yang benar-benar dipenjara. Ketika ia menginginkan memiliki suatu barang misalnya, ia harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkannya. Dan belum tentu apa yang menjadi keinginannya itu telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Jika tidak maka yang diinginkannya tidak akan terlaksana, dan selamanya ia akan hidup dalam angan dan lamunan. Seluruh waktunya akan terbuang dalam kesia-siaan. Detik-detik yang seharusnya ia isi dengan memperbanyak doa dan dzikir, justru ia habiskan untuk melamun dan melamun.

Manusia yang cerdas akan menghilangkan semua keinginannya, karena ia telah yakin dengan keinginan Allah SWT. Apa yang menjadi keinginan Allah pasti baik, karena Dialah Dzat Yang Maha Baik. Ia tidak mau terjebak dengan keinginan-keinginannya karena tidak semua keinginannya itu baik.

Allah berfirman,

وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia Amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 216)

Oleh karena itu, sejak awal ia telah memasrahkan segala keinginannya pada keinginan Allah SWT. Semua ketetapan Allah yang terjadi padanya ia terima dengan ikhlas dan lapang dada. Meski tampak tidak menyenangkan, ia tetap menikmati setiap detik takdir yang telah digariskan Allah padanya.

Hidup orang-orang yang telah memasrahkan segala keinginannya kepada Allah akan mudah dan ringan. Tujuan hidupnya hanya menginginkan sesuatu yang diinginkan Allah SWT. Apabila Allah menginginkan agar ia melakukan shalat maka ia melakukan shalat dengan senang hati. Ketika Allah menginkannya agar ia berdoa, maka ia berdoa karena menuruti keinginan Allah SWT. Ia melakukan dzikir, puasa, bekerja mencari nafkah, sedekah, khusu’, ikhlas, tawadhu’, sabar, syukur karena semata-mata melakukan keinginan Allah SWT. Dengan begitu ia telah hidup bersama dengan Allah SWT.

Orang yang selalu melakukan keinginan Allah, keinginanya akan selalu dipenuhi. Kebutuhannya akan tercukupi tanpa harus meminta, dan ia akan merasa bersyukur dengan nikmat-nikmat Allah yang selalu datang padanya.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu. (QS. Muhammad: 7).

Oleh karena itu hilangkan segala keinginanmu maka engkau akan merdeka, merdeka dari belenggu-belenggu keinginan. Jadikanlah keinginanmu hanya untuk mencari Allah, dan ketika Allah telah engkau dapatkan apakah engkau masih mencari sesuatu selain Allah?.

Mari kita berdoa agar Allah senantiasa menjaga kita dari keinginan-keinginan nafsu yang tidak baik, Amiin Ya Rabbal Aalamiin.

 

 

 

Share.

Leave A Reply