Waspadakah Kita Akan Hari Perhitungan Amal?

0

Waspadakah Kita Akan Hari Perhitungan Amal?. Setiap amal perbuatan manusia akan dicatat dan kelak akan dipertanggung jawabkan pada pengadilan Allah SWT. Allah akan mengadili setiap urusan hamba-hamba-Nya dengan seadil-adilnya, karena Dialah Dzat yang Maha Adil

Allah berfirman,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya. (QS. At-Tiin: 8).

Tiada suatu apapun yang luput dari pandangan-Nya,

Allah berfirman,

يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ لا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur), tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (lalu Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” kepunyaan Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS. Al-Mukmin: 16).

Semua amal manusia mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar akan ditimbang dengan neraca Allah yang adil.

Allah berfirman,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

Hendaknya setiap manusia waspada akan hari perhiungan amal. Pada hari itu keadaan sangat mencekam. Setiap orang memikirkan nasibnya sendiri-sendiri. Semua pasrah dengan takdir yang akan diterimanya.

Apabila timbangan amal baiknya lebih banyak maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. Namun, apabila timbangan amal keburukannya yang lebih berat maka ia akan masuk ke dalam neraka, kecuali apabila ia mendapatkan syafa’at dari para nabi, malaikat, atau kekasih-kekasih Allah.

Tanda bahwa seseorang waspada akan hari perhitungan amal adalah ia selalu mengawasi hati dan badannya. Ia selalu memikirkan dirinya, tentang perkataannya, perbuatannya, dan gerak hatinya. Apakah ia telah berada di jalur hati ataukah masih berada di jalur nafsu.

Jika ia masih berada dijalur nafsu maka ia segera memperbaiki dirinya, membersihkan laku badan dan laku hatinya. Memperbaiki laku badan dengan mencegah mata, mulut, telinga, kaki, dan tangan dari segala yang dilarang. Sedangkan memberbaiki laku hati dengan mencegah hati dari sombong, riya’, meremehkan, menghina, berprasangka buruk, kafir, munafiq, dll.

Semoga kita termasuk orang-orang yang waspada terhadap hari perhitungan amal, dengan senantiasa menjaga laku badan dan mengawasi laku hati, Amiin Ya Rabbal Aalamiin.

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply