Gus Dur Meraga Sukma

0

Gus Dur Meraga Sukma. Tidak semua yang bisa meraga sukma (berada di dua tempat dalam satu waktu) adalah wali Allah. Kita bisa membedakannya apakah orang yang memiliki kemampuan itu wali atau bukan, dengan melihat kesehariannya. Apabila ia orang yang gemar melakukan maksiat maka tentu itu bukan wali, tetapi jika orang itu termausk orang yang patuh kepada agama bisa jadi ia termasuk wali Allah.

Banyak kita mendengar kisah-kisah wali-wali Allah yang bisa berada di dua tempat bahkan lebih dalam waktu yang sama. Hal ini juga pernah teradi pada Gus Dur. Kisahnya, ketika itu -tahun 1994- Gus Dur sedang menjalani perawatan di Rumah sakit RSUD Koja, Jakarta Utara yang ditangani oleh adik kandungnya sendiri -dr. Umar Wahid-.

Pada suatu malam, Gus Dur dijaga oleh dua orang banser. Mereka berjaga dengan bergiliran, jika yang satu tidur yang lain berjaga. Tiba-tiba salah satu dari mereka meminta izin kepada temannya untuk keluar, ia diminta menunggu sebentar.

Tengah malam, tiba-tiba Gus Dur bangun dan minta kepada banser yang menunggunya agar diantar ke makam Habib Husein Al-Haddad -kira-kira 400 meter dari rumah sakit-. Dengan berjalan tertatih-tatih Gus Dur dituntun oleh si banser.

Setelah selesai mereka segera kembali, dan Gus Dur pun kembali istirahat. Ketika keluar dari kamar, banser yang mengantar Gus Dur dimarahi temannya, “kemana saja, kenapa Gus Dur kamu tinggal sendirian tanpa ada yang menjaga!”, nadanya agak tinggi.

Ia agak bingung dengan perkataan temannya lalu berkata, “Loh, dari tadi saya mengantar Gus Dur, beliau minta untuk diantarkan ke makam Habib Husein”, temannya berkilah, “saya lihat dari tadi Gus Dur tidur tanpa ada yang menunggu”.

Setelah sejenak merenungkan kejadian itu, mereka berdua menyimpulkan, mungkin Gus Dur sedang meraga sukma. Salah satu jenis karamah yang banyak diberikan Allah kepada wali-wali-Nya. Cerita ini sudah masyhur di kalangan banser Jakarta utara, sebagaimana dikatakan oleh KH. Miftakhul Falah -salah satu tokoh NU di Jakarta Utara-

Syaifullah Amin, bukti-bukti gus dur wali

Share.

Leave A Reply