Gus Dur Mengetahui Wali Allah Yang Sedang Bersembunyi

0

Pada suatu hari Gus Dur -saat itu masih jadi ketua PBNU- melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan. Ketika berada di dalam masjid, setelah melaksanaka shalat tarawih Gus Dur berkata kepada KH. Said Aqil yang saat itu menemaninya, “ayo kita cari orang khowas (orang khusus / wali Allah)”.

Setelah berkeliling, mereka sampai di sebuah halaqah (lingkaran yang membahas suatu ilmu dengan pembimbing seorang Syekh). Syekh itu tampak ‘alim dengan tumpukan kitab disampingnya dan jenggot panjangnya, namun Gus Dur segera pergi meninggalkannya.

Setelah itu mereka menemukan halaqah yang lain, tampak seorang syekh yang sedang menjelaskan suatu ilmu di hadapan murid-muridnya yang begitu banyak. Gus Dur terus melanjutkan langkahnya.

Akhirnya mereka sampai di sebuah sudut, tampak seoang laki-laki -jama’ah umrah dari Mesir- yang sedang berdzikir. Mereka pun mendekatinya. Tidak seperti biasanya -kebanyakan orang Mesir akan ramah ketika ada orang Indonesia yang menghampirinya-, orang itu tampak tidak sedang dengan kedatangan mereka.

Kemudian Gus Dur menyuruh KH. Said Aqil untuk mengenalkan dirinya padanya, bahwa ia adalah ketua NU, organisasi terbesar di Indonesia, dst. Mereka hanya bermaksud untuk meminta doa agar kondisi bangsa Indonesia aman tentram. Ia pun mau berdoa.

Selesai berdoa ia segera meninggalkan mereka berdua. Dengan menyeret sorbannya di lantai ia berkata, “ya Allah, apa dosa-dosaku hingga engkau membuka rahasiaku pada orang itu”.

Menurut KH. Said Aqil, orang itu adalah wali Allah yang memiliki derajat lebih rendah dari Gus Dur. Wali Allah yang derajatnya tinggi bisa mengetahui wali-wali lain -yang biasanya senang bersembunyi dan merahasiakan dirinya- yang derajatnya lebih rendah. Ila hadhrati Gus Dur Al-Fatehah..

Berbagai sumber,

Baca Juga : Dipanggil Abuya, Seketika Al-Habib Luthfi Langsung Datang

Mata Kyai Kholil Bangkalan Menembus Ka’bah

Share.

Leave A Reply