Empat Senjata Ampuh Penghancur Nafsu

0

Yang menghalangi pandangan mata hati untuk melihat Allah adalah nafsu. Nafsu selalu menutupi hati yang ingin memandang Allah SWT. Apabila nafsu berhasil dikalahkan maka mata hati pasti akan memandang Allah SWT. Namun perjuangan mengalahkan hawa nafsu tidak semudah membalikkan telapak tangan, kerja keras yang kontinyu harus terus dipertahankan.

Dalam menggambarkan begitu besar dan banyaknya hawa nafsu yang menghijab hati, para ulama mengatakan bahwa nafsu yang menghalangi hati manusia ada 7 macam yaitu: nafsu Amarah, lawwamah, mulhimah, radliyah, mardliyah, muthmainnah, dan kamilah. Masing-masing nafsu mengandung 10 ribu hijab yanng harus dilewati, sehingga semuanya berjumlah 70 ribu hijab.

Para ulama mengatakan bahwa untuk mengalahkan nafsu itu dibutuhkan 4 senjata yaitu:

1. Diam

Seseorang yang ingin mengalahkan hawa nafsunya harus sering melakukan tirakat diam. Diam berarti berhenti dari membicarakan sesuatu yang haram (menggunjing, berprasangka buruk, mengumpat, menghina, menyakiti) atau sesuatu yang boleh yang tidak mendatangkan manfaat (banyak bercanda, mengeluh, dan berkeluh kesah).

Orang yang banyak diam, sedikit demi sedikit akan mematikan nafsu mulut yang gemar membicarakan hal-hal yang tidak baik.

2. Lapar / Puasa

Nafsu selau mengajak manusia untuk tidak telat mengisi perutnya ketika lapar, bahkan tidak lapar pun seringkali nafsu perut selalu minta untuk diisi. Karena memiliki hobi makan, ia ingin mencicipi jenis-jenis makanan yang berbeda setiap harinya. Yang ada dipikirannya adalah bagaimana ia bisa menyantap makanan-makanan yag enak di tempat-tempat yang bagus.

Padahal nafsu lapar yang dikenyangkan akan membuat manusia mudah mengantuk. Orang yang sering mengantuk akan sulit terbuka hatinya untuk menerima ilmu dan hikmah, sehingga hatinya akan terus-menerus lupa kepada Allah SWT. Disamping itu perut yang kenyang akan membangkitkan nafsu birahi. Nafsu birahi yang selalu bergelora menjadikan hatinya lemah dan terus melemah, sehingga ia akan semakin jauh dari hidayah Allah SWT.

3. Begadang

Kebiasaan yang banyak dilakukan oleh orang-orang shaleh adalah mengisi sebagian malamnya dengan shalat tahajut, berdzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT. Karena di dalam kesunyian malam hati akan mudah berkomunikasi dengan Allah SWT. Dalam pertemuan dengan Allah itulah hawa nafsu perlahan-lahan akan mati.

Allah berfirman,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Dan pada sebahagian malam tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. (QS. Al-Isra’: 79).

4.Uzlah (menyendiri)

Salah satu sebab yang mendatangkan banyaknya dosa adalah berkumpul dengan manusia. Bergunjing, mengumpat, menghina, merendahkan, marah, dsb terjadi karena berkumpul dengan manusia. Dalam kesendirian maksiat-maksiat itu tidak akan terjadi.

Ketika menyendiri seseorang akan lebih fokus di dalam berdoa dan berdzikir. Disamping itu akal akan mudah untuk berfikir tentang kebesaran Allah SWT, akal akan takjub dengan keindahan Allah yang tampak di dalam keindahan makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Hatinya mansia akan merasakan wibawa Allah dalam kesendiriannya.

Ketika ia telah melatih diri untuk berusaha berjumpa Allah di dalam kesendiriannya ia akan mudah mengingat Allah di dalam kondisi ramai. Meskipun badannya berkumpul dengan banyak manusia tetapi hatinya terus berkumpul dengan Allah SWT. Ia akan merasakan pengawasan Alah meskipun dalam keramaiaan, sehingga ia tetap waspada akan maksiat-maksiat yang disebabkan dari berkumpulnya dengan manusia.

Itulah keempat senjata yang sangat ampuh untuk mengalahkan hawa nafsu. Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu melewati semua tahapan-tahapan nafsu yang telah digambarkan oleh para ulama, sehingga kita bisa mendapatkan nafsu muthmainnah (jiwa yang tenang) yang dipersilahkan Allah untuk masuk ke dalam surga-Nya, Amiin.

Allah berfirman,

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٢٨) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩ ) وَادْخُلِي جَنَّتِي

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (QS. Al-Fajr: 27-30)

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply