Dilarang Bermusuhan Di Bulan Ramadhan

0

Dilarang Bermusuhan Di Bulan Ramadhan. Sesungguhnya Allah telah firman, ‘Kami menjadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya saling mengenal’. Apabila mereka saling mengenal maka mereka akan saling bersatu. Apabila saling bersatu maka mereka akan saling menolong. Dan jika saling menolong maka mereka akan saling mencintai. Dan apabila mereka saling mencintai maka akan tercipta kerukunan antar manusia. Dan apabila telah tercipta kerukunan maka akan tercipta perdamaian. Dan jika perdamaian telah diraih maka akan tercipta kenyamanan. Dan apabila kenyamanan telah dirasakan maka itulah hikmah di balik parintah-perintah Allah di dalam Al-Qur’an.

Akan tetapi manusia tidak lagi mengindahkan Al-Qur’an, sehingga mereka meninggalkannya. Mereka tidak peduli adanya perintah Allah untuk saling mengenal antara manusia, sehingga mereka saling acuh tak acuh. Apabila mereka saling acuh tak acuh maka akan timbul kebencian. Dan apabila timbul kebencian maka tidak ada rasa peduli. Dan jika tidak ada rasa peduli maka akan ada saling menyakiti. Dan jika mereka saling menyakiti maka mereka akan saling bemusuhan. Dan jika mereka saling bermusuhan maka mereka akan saling mengancam. Dan jika mereka saling mengancam maka mereka akan saling membunuh. Dan Jika mereka saling membunuh, maka tidak akan ada kedamaian. Dan jika tidak ada kedamaian maka tidak ada kenyaman. Itulah akibat jika Allah dan kitab suci-Nya ditinggalkan.

Kitab suci adalah petunjuk Allah agar manuia bisa hidup dengan benar. Kitab suci adalah pedoman bagi umat manusia yang mencita-citakan perdamaian. Kitab suci adalah panutan agar manusia tidak tersesat dan menyesatkan. Kitab suci adalah cahaya bagi umat manusia yang sedang berada dalam kegelapan. Kitab suci adalah nasehat bagi manusia yang ingin menegakkan persatuan dan persaudaraan. Kitab suci adalah anjuran untuk manusia agar saling bekerja-sama dan tolong-menolong. Kitab suci adalah semangat untuk mencintai sesama manusia dan tanah air. Al-Qur’an adalah pengingat bagi umat manusia untuk tidak saling menyakiti satu sama lain. Al-Qur’an adalah ancaman bagi orang yang selalu menebarkan kebencian dan teror. Al-Qur’an adalah peringatan bagi orang yang suka menjelekkan orang lain dan mengadu domba. Al-Qur’an adalah larangan bagi orang untuk mengambil hak saudaranya.

Al-Qur’an adalah daya dan kekuatan untuk menyatukan kembali yang telah hancur berserakan dan bercerai-berai. Al-Qur’an adalah energi untuk mempertemukan kembali hati-hati yang saling membeci dalam keakraban. Al-Qur’an adalah jalan menuju hakekat kebahagiaan. Al-Qur’an adalah jalan menuju hakekat keridhaan. Al-Qur’an adalah jembatan menuju hakekat keberuntungan. Al-Qur’an adalah jembatan menuju hakekat kehidupan. Al-Qur’an adalah sarana menuju hakekat kenikmatan. Dst.

Barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an benar-benar petunjuknya, maka pasti ia akan menjunjung tinggi harkat kemanusiaan. Jika masing-masing telah memiliki jiwa untuk menghargai kemanusiaan orang lain, maka akan tercipta kehangatan. Itulah kehidupan yang diidam-idamkan. Itulah cita-cita para nabi. Itulah dambaan para rasul. Itulah keinginan para sahabat. Itulah harapan para ulama dan para pemimpin yang shaleh. Jika pun cita-cita mereka tidak tersampaikan, maka mereka telah berniat. Allah akan mencatat niat mereka sebagai kebaikan. Adapun segala yang terjadi adalah bagian dari takdir yang hanya Allah yang benar-benar mengetahui rahasianya.

Kita hanya berusaha untuk mencapai perdamaian, namun jika tidak terjadi maka itu ada di tangan Allah Swt. Kita hanya berusaha untuk menciptakan kerukunan, namun jika tidak terjadi, maka itu urusan Allah. Kita hanya berusaha untuk menebarkan kesejukan dan kebaikan, namun jika tidak terjadi maka itu adalah ketetapan dari Allah. Allah menetapkan takdir-Nya, tetapi Dia tidak akan melupakan niat-niat baik dari hamba-hamba-Nya yang terkasih.

Mari kita membaca hikmah di bawah ini,

 

[Perselisihan itu kecil, tapi jadi besar karena dibicarakan. Maka, Tuhan tidak menyuruh berbicara kecuali yang baik-baik saja]

Hampir setiap orang pernah mengalami permusuhan dengan orang lain. Dan ketika dalam kondisi seperti itu, maka sebaiknya kita langsung meminta maaf, apabila kita yang membuat kesalahan sehingga menyakiti hatinya. Dan segera memaafkan, apabila kita yang dizalimi. Meminta maaf dan memafakan adalah salah satu perintah di dalam agama Islam. Hal itu agar permasalahan segera teratasi dan permusuhan segera terselesaikan.

Namun, kebanyakan orang justru membiarkan permusuhan itu sehingga ia terus berlangsung dalam waktu yang lama, dan bahkan tidak bisa berakhir. Sungguh Allah itu mencintai persaudaraan dan perdamaian, dan sangat membenci permusuhan. Oleh karena itu, di dalam banyak riwayat kita mendapati bahwa amal-amal ibadah umat manusia akan diangkat ke langit pada hari, minggu, dan bulan tertentu. Semua kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan akan dibawa oleh Malaikat dan dihadapkan kepada Allah Swt, tetapi tidak untuk mereka yang saling permusuhan. Sehingga, amal ibadah dan kebaikan yang dilakukan oleh orang yang saling bermusuhan itu akan sia-sia, karena Allah akan menolaknya, Na’udlubillahi min zalik.

Salah satu hal yang menjadikan permusuhan dan permasalahan tidak cepat selesai dan semakin besar, adalah kebiasaan buruk orang yang bersangkutan. Yaitu ia akan membicarakan permasalahannya kepada setiap orang yang ditemuinya. Sehingga, orang yang mendengarnya akan membicarakan pemasalahanya kepada orang lain, dan begitu seterusnya. Sehingga, masalah yang sebenarnya kecil dan bisa cepat diselesaikan diantara orang yang bersangkutan, akan semakin besar dan sulit diselesaikan, karena telah melibatkan banyak orang.

Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah, dan permasalahan itu adalah bagian dari ujian dari-Nya. Sesungguhnya Allahlah yang menurunkan permasalahan itu dan Allah juga yang bisa mengangkatnya. Oleh karena itu, orang yang beriman, ketika ia sedang ditimpa suatu permasalahan, ia akan segera mendekatkan diri kepada-Nya. Ia akan segera mencari-cari apa kesalahan yang telah dilakukannya, kemudian ia akan segera bertaubat. Ia memohon pertolongan kepada Allah agar masalahnya segera diselesaikan. Karena Allah melihat kesungguhannya dalam memasrahkan diri kepada-Nya, maka permasalahan itu tidak akan berlangsung lama, sebab Allah akan segera memberikan jalan pemecahannya.

Allah adalah Tuhan yang Maha Baik, Ia tidak mungkin membiarkan hamba-Nya yang beriman larut dalam kesedihan yang panjang. Allah adalah Tuhan yang Maha Menolong, Ia tidak akan membiarkan orang yang bertakwa terus-menerus berada dalam kesulitan. Allah adalah Tuhan yang Maha Pemurah, Ia tidak tega jika tidak memberikan bantuan-Nya kepada hamba-Nya yang menengadahkan tangannya untuk meminta bantuan. Allah adalah Tuhan yang Maha Mulia, Ia tidak akan menghinakan mereka yang senantiasa meminta kemuliaan kepada-Nya, siang dan malam. Ia adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, tentu Ia akan berbelas-kasihan dan mencurahkan sayang-Nya pada hamba-Nya yang mau bersujud di tengah malam.

Allah berfirman,

بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (QS. Ar-Ruum [30]: 5)

Allah berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al-Hajj [22]: 78)

 

Wallahu A’lam.

Share.

Leave A Reply