Cahaya Adalah Tentara Hati, Sedangkan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu (Hikmah Ke-Limapuluh Enam)

0

Cahaya Adalah Tentara Hati, Sedangkan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu (Hikmah Ke-Limapuluh Enam)

النُّوْرُجُنْدُ الْقَلْبِ كَمَا أَنَّ الظُّلْمَةَ جُنْدُ النَّفْسِ، فَإِذَا أَرَادَ اللهُ أَنْ يَنْصُرَ عَبْدَهُ أَمَدَّهُ بِجُنُوْدِ الْأَنْوَارِ وَقَطَعَ عَنْهُ مَدَدَ الظّلَمِ وَالْأَغْيَارِ

Cahaya adalah tentara hati, sedangkan kegelapan adalah tentara nafsu. Apabila Allah ingin menolong hambanya, maka ia akan memberinya tentara hati dan mencegahnya dari kegelapan dan tipuan

Cahaya ilahi -yang dapat mengantarkan seorang murid kepada hadroh Allah- oleh pengarang diserupakan dengan tentara-tentara yang membantu seorang raja untuk melawan dan mengalahkan musuh-musuhnya, hingga sang raja berhasil mendapatkan keinginannya.

Sedangkan kegelapan -yang datang dari bisikan syetan- adalah tentara nafsu yang mengajak kepada keburukan, syahwat, dan kesenangan sementara. Oleh karena itu, di dalam diri manusia selalu ada peperangan antara hati/akal yang senantiasa mengajaknya kepada kebaikan, dengan nafsu yang mengajaknya kepada keburukan.

Jika Allah ingin menolong hambanya, maka Ia akan menghilangkan kegelapan dengan memasukkan cahaya ilahi ke dalam hatinya. Sebaliknya, jika Allah ingin mencelakakan seorang hamba, maka Ia tidak akan memberinya cahaya, tetapi ia akan dibiarkan bersama dengan ajakan hawa nafsunya. Semoga Allah memenangkan akal dan hatimu.

Syekh Abdul Majid As-Syarnubi, Syarkhu Kitabil Hikam

Share.

Leave A Reply