Bulan Ramadhan Harus Diisi Dengan Pengagungan Pada Aturan-Aturan-Nya

0

Bulan Ramadhan Harus Diisi Dengan Pengagungan Pada Aturan-Aturan-Nya. Dimana pun dan kapan pun pasti kita akan menjumpai aturan. Hal itu karena aturan akan membuat segalanya berjalan dengan baik dan benar. Aturan bagi kebanyakan orang terasa berat, karena sifat aturan adalah membatasi hawa nafsu. Hawa nafsu yang dibatasi dengan aturan akan membawa manusia pada hal yang baik, yaitu kesuksesan hidup di dunia dan di akherat. Oleh karena itu, dimana pun, jika aturan ditaati dan dilaksanakan dengan baik, maka masyarakat akan maju.

Ada kesulitan bagi orang yang ingin meraih kemudahan. Ada kesempitan bagi orang yang ingin mendapatkan kelapangan. Ada hinaan bagi orang yang ingin memperoleh kemuliaan. Ada kesabaran bagi orang yang ingin mendapatkan keutamaan. Ada kelelahan dan kesedihan bagi orang yang ingin mendapatkan kesenangan. Aturan itu pada awalnya terasa pahit, tetapi akan terasa manis pada akhirnya. Namun jika seseorang hidup tanpa aturan, maka ia akan banyak merasakan manis pada awalnya, tetapi ia akan merasakan pahit yang berkepanjangan.

Kebanyakan aturan pasti baik, meski ada beberapa yang salah. Hal itu wajar, karena manusia memang bukan makhluk yang sempurna. Meskipun telah dipikirkan matang-matang ketika membuat aturan, pasti masih saja ada ruang untuk dilanggar. Aturan berbeda-beda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Ada aturan yang cocok dipakai oleh sekelompok orang tertentu dan ada tidak cocok jika diterapkan pada kelompok yang lain. Ada aturan yang hanya pas diaplikasikan pada zaman dahulu, sehingga tidak pas jika dipakai untuk zaman sekarang. Begitulah aturan manusia.

Apabila manusia memiliki aturan maka Tuhan lebih memiliki aturan. Allah memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh makhluk-makhluk-Nya. Apabila aturan-aturan-Nya dipatuhi maka manusia akan mendapatkan kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akherat. Namun, jika ia melanggar aturan itu maka ia akan gagal, baik di dunia maupun di akherat.

Semua aturan Allah telah tertulis di dalam kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadits. Keduanya adalah pedoman hidup umat manusia. Barangsiapa yang mau berpegang kepada keduanya maka ia akan beruntung, dan barangsiapa yang tidak mau mempelajari dan mengamalkannya maka ia akan merugi. Ada perintah-perintah Allah yang harus dilaksanakan dan ada larangan-larangan yang harus dijauhi. Orang yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya adalah orang yang taat pada aturan Allah. Dan orang yang taat kepada Allah akan dikatakan sebagai orang yang betakwa. Dan bagi orang yang bertakwa, Allah telah menyiapkan pahala-pahala yang besar dan banyaknya tak terbayangkan.

Aturan-aturan Allah juga sama dengan aturan manusia, yang terasa pahit pada awalnya, namun terasa manis pada akhirnya. Shalat lima waktu itu terasa berat, tetapi nanti Allah akan memberikan derajat yang tinggi di surga. Zakat itu terasa berat, tetapi Allah akan melipatgandakan apa yang dikeluarkannya dengan barang-barang yang sangat indah di surga nanti, sehingga kita akan merasa puas. Puasa itu juga berat, tetapi nanti Allah akan menyegarkan tenggorokan kita dengan minuman dan makanan-makanan surga, yang membuat kita terus ingin menikmatinya, tetapi tidak membuat perut menjadi sakit dan berubah menjadi kotoran yang harus dikeluarkan. Karena tidak ada kotoran di surga.

Mari kita simak hikmah di bawah ini,

[Dunia ini Allah yang mengatur. Meski tampak buruk tapi sebenarnya baik. Dan aturan mereka sepertinya baik, tapi sebenarnya buruk]

Allah adalah Tuhan yang Maha Baik. Semua kehendak dan perbuatan-Nya ditujukan untuk kebaikan. Allah menetapkan hukum dan aturan-aturan yang berlaku bagi kehidupan di dunia, semata-mata ditujukan untuk kebaikan manusia. Semua perintah Allah pasti mengandung kebaikan, baik tampak atau tidak. Dan semua yang dilarang pasti di dalamnya mengandung hal-hal yang mengandung bahaya bagi manusia, sadar maupun tidak. Semua yang tercipta dan yang terjadi mengandung hikmah-hikmah, yang terkadang Ia sembunyikan untuk diri-Nya sendiri, dan terkadang ia ajarkan kepada umat manusia.

Akan tetapi, maksud dan tujuan baik dari Allah Swt. tidak diterima baik pula oleh sebagian manusia. Mereka menganggap bahwa wahyu Allah yang disampaikan oleh nabi Muhammad hanya bualan atau karangannya belaka. Mereka mendustakan nabi Muhammad, bahkan menganggapnya sebagai orang gila. Mereka tidak beriman kepada nabi Muhammad sebagai utusan Allah, yang diturunkan kepadanya wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Pada akhirnya, mereka meninggalkan perintah-perintah Rasulullah Saw. yang merupakan perintah Allah Swt. Oleh karena itu, apabila ada orang yang mengaku sebagai orang yang beriman kepada Rasulullah Saw, tetapi ia tidak mau menjalankan perintah-perintahnya, maka sesungguhnya ia tidak beriman. Imannya ada di mulutnya saja, dan tak sampai masuk ke dalam hatinya.

Sebelumnya, orang-orang kafir jahiliyah telah memiliki aturan-aturan yang dibuat oleh nenek moyang mereka. Mereka lebih cocok dengan aturan itu, sehingga mereka menentang aturan yang turun dari langit. Sungguh, aturan-aturan yang mereka anggap baik itu adalah aturan yang buruk. Sebab sebagian besar aturan itu bertentangan dengan aturan-aturan Allah. Akibatnya, aturan yang mereka jalankan akan membawa malapetaka dan kesengsaraan hidup di dunia maupun di akherat. Oleh karena itu, manusia zaman ini yang ingin membuat aturan tersendiri untuk menandingi aturan Allah Swt, maka hidupnya akan diliputi dengan kemalangan dan kesulitan. Meskipun secara kasat mata ia terlihat baik-bak saja, tetapi hatinya akan terus dihinggapi kebingungan dan kekhawatiran.

Yakinlah, bahwa kebanyakan aturan yang dibuat oleh manusia pada zaman ini akan lebih banyak membantu tujuan nafsu, sehingga manusia akan lebih mudah terperangkap dalam cengkraman nafsu. Dan jika ia telang dikuasai oleh nafsu, maka ia akan menurut pada tujuan-tujuan nafsu yang akan menjauhkannya dari Allah Swt. Sedangkan aturan Allah dibuat untuk membantu tujuan-tujuan hati nurani. Jika aturan-aturan Allah terus dipatuhi, maka hati akan mudah mencapai tujuannya, yaitu berdekatan dan berjumpa dengan Sang Kekasih, Allah Swt.

Sesungguhnya Allah mengatur manusia agar ia bisa mendekat kepada-Nya, akankah kita tidak menyambutnya?. Sungguh perintah Allah itu dibuat agar manusia bisa mencintai-Nya, akankah kita tidak menerimanya?. Sungguh hukum Allah itu diturunkan agar manusia bisa berhubungan dengan-Nya, akankah kita menolaknya?. Sungguh ketetapan-ketetapan Allah itu bertujuan untuk kebahagiaan manusia, akankah kita membuangnya?. Jika kita menginginkan bisa berdekatan dengan Allah, bisa mencintai-Nya dengan tulus, bisa mendapatkan kebahagiaan dan keberunungan hidup, maka tentu kita harus menerima segala peraturan Allah dan menjalankannya dengan hati yang ikhlas.

Allah berfirman,

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki?. Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah, bagi orang-orang yang yakin?. (QS. Al-Maidah [5]: 50)

Allah berfirman,

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka hukumilah urusan mereka dengan aturan-aturan yang Allah turunkan. (QS Al-Maidah [5]: 48)

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply