Bukti Kekuasaan Allah pada Burung

0

Burung adalah salah satu umat yang bertasbih kepada Allah. Ketika burung ditakdirkan sebagai hewan yang bisa terbang di udara, maka tubuhnya diciptakan ringan dan kurus. Dia diberi dua kaki saja dengan empat jari-jari dan satu lubang tempat keluar air kencing dan kotoran.

Diciptakan bagi burung paruh yang lancip agar mudah membelah udara sesukanya, sebagaimana muka perahu dibentuk seperti itu agar mudah dan cepat membelah air.

Diciptakan pada burung dua sayap sebagai alat untuk terbang. Tubuhnya dibungkus dengan bulu-bulu agar udara bisa masuk di dalamnya dan membawanya terbang.

Diciptakan untuknya paruh yang kuat untuk mengambil makanan yang tidak rusak untuk mematuk biji dan tidak bengkok ketika menggigit daging.

Ketika burung tidak memiliki gigi untuk mengunyah, sehingga dia menelan secara utuh, maka diciptakan panas pada lambungnya untuk membantu pencernaannya. Sebagai hikmah, burung diciptakan sebagai hewan yang bertelur, bukan melahirkan dengan hamil, agar tidak memberatkan ketika terbang.
Burung ada yang mendapatkan makanannya di siang hari dan ada yang dimalam hari. Mereka mendapatkan makanannya tidak secara keseluruhan, melainkan sedikit demi sedikit dan dengan bergerak mencarinya ke segala penjuru.

Mahasuci Allah yang mentakdirkan dan memudahkan. Allah tidak menjadikan makanan mereka sesuatu yang sulit dicari dan hilang ketika didekati. Allah menjadikan burung itu mampu mendapatkannya di setiap tempat di bumi ini. Makanannya tidak akan direbut oleh burung-burung yang berbeda jenis dengannya.
Dan burung yang tidak keluar kecuali di malam hari, seperti burung hantu. Makanan mereka disediakan di udara, tidak dari biji-bijian atau dari daging. Akan tetapi makanan mereka adalah serangga yang tersebar di udara yang hampir selalu ada dimana saja.
Sebagian orang yang bisa dipercaya menceritakan bahwa suatu hari ia mendengar suara burung di pohon. Orang itu melihat menemukan seekor ular besar mulutnya sudah terbuka di depan sarang burung itu. ular itu siap menerkam burung itu.

Ketika burung itu kebingungan dalam mencari jalan selamat dari ular itu, ia menemukan sebtang kayu berduri di sarangnya. Kayu itu dibawa dan dilemparkan ke arah ular tersebut dan ular itu menelan kayu tersebut sampai ia mati.

‘Aja’ib al-Makhluqat min Manzhur Fikr al-Imam Ibnu al-Qoyyim

Baca Juga : Keajaiban Diciptakannya Semut

Tahukah Anda, Rahasia Penciptaan Sapi

Keajaiban Penciptaan Laut dan Sungai

 

Share.

Leave A Reply