Berusaha Mencari Guru Thoriqah Yang Tepat

0

Semua thoriqoh mu’tabaroh (yang diakui) dapat mengantarkan seseorang menuju Allah SWT. Perjalanan menuju Allah membutuhkan seorang pemandu, dan ia adalah seorang syekh. Seorang murid harus berlaku sopan dan berakhlaq yang baik kepada gurunya.

Setiap syekh memiliki cara tersendiri dalam mengajar dan mengarahkan murid-muridnya. Metode dan cara ini harus disesuaikan dengan kondisi murid dengan tujuan agar sang murid tertarik dan semangat berjalan menuju Allah SWT. Sehingga pada setiap harinya ia akan terus-menerus mengalami peningkatan dari maqom satu ke maqom selanjutnya.

Kecocokan cara yang dipakai oleh guru dengan sang murid dapat diketahui apabila sang murid semakin mengerti bagaimana tata cara beradab dan bersopan santun kepada Allah SWT. Semakin lama ia berjalan menuju, akan semakin bertambah adabnya kepada Allah SWT.

Tolok ukur dalam kemajuan at-Thoriq ila-Allah adalah adab kepada Allah. Apabila thoriqoh sang murid menjadikannya semakin beradab dan sopan santun kepada Allah, maka jalan yang ia tempuh adalah benar, dan gurunya adalah seorang syekh.

Namun apabila jalan itu tidak menjadikannya meningkat dan berkembang, ia tidak boleh menyalahkan gurunya. Kesalahan bukan terletak pada gurunya, tetapi pada ketidakcocokan antara guru dan murid. Murid itu bukan rizki bagi sang guru, dan guru itu bukanlah rizki bagi si murid.

Apabila sang murid ingin berpindah dari thoriqoh satu kepada thoriqoh yang lain, ia harus tetap berlaku sopan kepada guru yang ditinggalkannya. Ia dilarang untuk menghinanya apalagi mencelanya dengan beragam sebutan buruk. Ia tidak boleh menuduhnya dengan suatu kekurangan. Karena kekurangan itu pada hakekatnya ada pada sisi murid.

Ia harus berpindah, tetapi ia juga harus tetap menghormati gurunya. Ia harus tetap memujinya ketika sendiri maupun banyak orang. Peringatan keras bagi murid agar jangan mengghibah (membicarakan kejelekan) gurunya meski hanya sebatas di hatinya. Ghibah dapat dilakukan dengan lisan maupun dengan hati. Ghibah dengan hati seperti meremehkan, sombong, dan merasa mulia.

Terkadang seseorang sudah berkali-kali mecari guru, tetapi ia belum menemukan guru yang cocok. Akan tetapi ingatlah bahwa Allah itu maha karim (mulia). Apabila Allah melihat seorang hamba sedang berusah mencari guru sebagai penunjuk jalan, pasti Dia akan membukakan pintu kemudahan baginya. Pada suatu hari, pasti ia akan menemukan seorang guru yang akan menariknya menuju Allah SWT.

Segala urusan ada di tangan Allah dan bukan di tangan kita. Segala kekuatan, kecerdasan, kemampuan, kekayaan, dan ilmu merupakan taufiq dari Allah SWT.

Sebagian orang menempuh jalan thoriqoh untuk mengharapkan berkah, tetapi ada pula yang masuk ke dalamnya dan menjadikannya sebagai suluk (jalan). Siapa yang mengambil thoriqoh sebagai sarana untuk mendapatkan berkah, maka ia boleh mencari guru lebih dari satu dan mengambil amalan dzikir dari beberapa syekh.

Namun, jika ia masuk thoriqoh sebagai jalan menuju Allah, maka ia harus mencukupkan diri dengan satu syekh saja. Apabila ia nekat mengambil thoriqoh dari dua guru, berarti ia telah menceburkan dirinya pada kehancuran. Dua guru itu laksana dua batu yang akan menghimpitnya. Ia tidak akan kuat menahannya, karena guru thoriqoh harus satu.

Syekh Ali Jum’ah, At-Thariq ila Allah

 

 

 

Share.

Leave A Reply