Berpuasa Tetapi Tidak Shalat, Bagaimana Para Ulama Menjelaskan Masalah Ini ?

0

Seorang muslim tidak boleh meningalkan shalat, karena ancaman Allah dan Rasulnya sangat besar. Nabi Muhammad SAW bersabda, al-‘ahdu alladzi bainana wa bainahum as-sholah. Fa man tarokaha faqod kafaro. (perjanjian antara Kami dengan mereka adalah shalat. Barang siapa yang meninggalkan shalat, maka mereka telah kafir) (HR Ahmad, dan Turmudli).

Dan semoga kita tidak termasuk ke dalam firman Allah,

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab taurot dan ingkar kepada sebagian yang lain?!. Maka tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang berbuat demikian melainkan kenistaan di dalam kehidupan dunia. (QS. Al-Baqarah: 85).

Mengenai diterima atau ditolaknya berpuasa nya orang yang tidak melaksanakan shalat, para ulama tidak membicarkannya, dan semuanya diserahkan kepada Allah. Dan kami memohon kepada Allah SWT agar menerima puasanya orang-orang yang puasa.

Hanya saja orang yang melaksanakan shalat dan berpuasa lebih diharapkan untuk dapat diterima dari pada yang berpuasa dengan tanpa melaksanakan shalat.

Adapun yang berkaitan dengan sahnya puasa, meskipun orang yang meninggalkan shalat itu berarti telah mengantarkan dirinya pada bahaya yang besar dan bahkan nabi menggunakan kata kafir untuk menyebutkan orang yang meninggalkan shalat, namun puasanya tetap sah. Karena di dalam ibadah puasa tidak disyaratkan harus melaksanakan shalat. Akan tetapi meninggalkan shalat termasuk dosa besar.

Oleh sebab itu janganlah seorang muslim sampai berani meninggalkannya. Barang siapa yang meninggalkan shalat hendaklah ia segera bertaubat kepada Allah SWT. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan Lima Yusyghilul Adzhaan

Share.

Leave A Reply