Berkumur-Kumur Dalam Wudhu Ketika Puasa

0

Berkumur-Kumur Dalam Wudhu Ketika Puasa. Alhamdulillahirabbil Alamin, tak terasa kita semua telah melewati separuh dari bulan Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan perlindungan dari siksa api neraka. Semoga ibadah-ibadah yang telah kita lakukan diterima di sisi-Nya, dan segala kesalahan kita mendapatkan ampunan dan kemalkuman-Nya, Amiin.

Meskipun kita telah menyadari kebaikan dan kemurahan Allah SWT, akan tetapi kita tetap berusaha menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Apabila kita tidak tahu tata cara suatu ibadah maka kita akan mencari tahu dengan membaca buku atau bertanya langsung kepada para orang-orang yang berilmu. Dan jika kita sudah tahu ilmunya maka kita aplikasikan ilmu itu dengan sebaik-baiknya.

Setiap ibadah memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi, dan agar ibadah itu bisa sempurna maka semua syarat dan rukun harus duikerjakan dengan sempurna. Meskipun kesempurnaan itu milik Allah namun kita dituntut oleh Allah untuk berusaha. Dan Allah mengetahui niat dan usaha setiap hamba-hamba-Nya. Allah mengetahui mana hamba yang bersungguh-sungguh dan mana hamba yang tidak. Mana hamba yang mengerjakannya karena Allah dan mana hamba yang mengerjakannya bukan karena Allah.

Maha besar Allah. Dialah Allah yang mengetahui segala sesuatu semuanya, baik yang dzohir mapun yang bathin. Dia mengetahui apa-apa yang disembunyikan setiap hamba-Nya di dalam lubuk hatinya. Apabila ia mengehendaki kesempurnaan ibadah maka Allah akan memberinya pahala sempurna meskipun secara kasat mata belum terlihat sempurna. Dan sebaliknya Allah tidak akan memberi pahala sempurna kepada ibadah yang secara kasat mata sempurna tapi ia tidak memiliki niat untuk mendapatkan kesempurnaan ibadah. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendaatkan kesempurnaan ibadah, Amiin.

Ibadah yang menyertai shalat adalah berwudhu. Shalat tidak akan sah jika tidak diawali dengan wudhu. Jika wudhunya baik maka shalatnya akan baik, dan jika wudhunya tidak baik maka shalatnya juga kurang sempurna. Wudhu yang baik adalah yang memenuhi semua syarat dan rukunnya, juga kesunahan-kesunahan di dalam berwudhu.

Dibawah ini kita akan membahas tentang beberapa sunah wudhu namun oleh sebagian orang dianggap tidak menjadi sunnah kerika dikerjakan dalam keadaan puasa, karena akan menyebaban batalnya puasa.

Ada sebagian kaum muslimin yang masih meragukan kesunahan berkumur di dalam wudhu ketika berpuasa. Mereka beralasan karena berkumur akan menyebabkan masuknya air ke dalam rongga mulut sehingga akan membatalkan puasa. Oleh karena itu ketika sedang menjalankan puasa mereka meninggalkan berkumur.

Disamping berkumur hal lain yang diragukan oleh sebagian kaum muslimin di dalam masalah wudhu adalah istinsyak (memasukkan air ke dalam hidung). Mereka beranggapan bahwa ketiak hal itudilakukan maka air akan masuk ke dalam rongga hidungmeskipun sedikit, dan itu akan membatalkan puasanya. Dari pada puasanya batal maka mereka lebih memilih untuk meninggalkannya.

Apakah berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dalam berwudhu ketika berpuasa itu memang dilarang, marilah kita membaca keteramgan di bawah ini, semoga bisa menambah wawasan kita bersama.

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Berkumur-kumur saat berwudhu termasuk sunnah, bahkan sebagian ulama menilainya wajib, bagian dari rukun membasuh wajah. Sifat wudhu’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan berkumur-kumur. Beliau juga perintahkan berkumur-kumur secara khusus saat berwudhu’.

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَنْشِقْ

Apabila seorang kamu berwudhu hendaknya dia beristinsyaq.” (HR. Muslim)

Berkumur-kumur bagian dari isbagh (penyempurnaan) wudhu’. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan dalam sabdanya,

أَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

Sempurnakan wudhu dan sela-sela di antara jari-jemari serta bersungguh-sungguhlah dalam memasukkan air ke hidung (istinsyaq) kecuali saat engkau sedang berpuasa.” (HR. Ashabus Sunan dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Dan perintah berkumur-kumur saat wudhu’ ini berlaku umum bagi orang yang sedang berpuasa atau tidak. Hanya saja, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperingatkan agar tidak terlalu dalam (berlebihan) berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya lagi) saat puasa. Dikhawatirkan air masuk ke tenggorokan sehingga bisa membahayakan puasa. Adapun sebatas berkumur-kumur saat puasa maka tetap diperintahkan dengan menjaga agar air tidak masuk ke tenggorokan orang yang puasa.

Tertera dalam riwayat shahihah, Umar Bin Al Khaththab pernah mengadu kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa dirinya pernah merasa berhasrat lalu mencium istrinya. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَرَأَيْتَ لَوْ مَضْمَضْتَ مِنْ الْمَاءِ وَأَنْتَ صَائِمٌ

“Bagaimana menurutmua, jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?”

Lalu Umar menjawa,

لا بَأْسَ بِهِ قَالَ فَمَهْ

“Seperti itu tidak mengapa.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Lalu apa masalahnya?“ (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syaikh Al-Albani di Shahih Sunan Abi Dawud, 2089)

Hadits ini menunjukkan bahwa berkumur-kumur ridak membatalkan puasa. Wallahu A’lam.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

أما المضمضة والاستنشاق فمشروعان للصائم باتفاق العلماء، وكان النبي والصحابة يتمضمضون ويستنشقون مع الصوم، لكن قال للقيط بن صبرة: وبالغ فى الاستنشاق إلا أن تكون صائما. فنهاه عن المبالغة لا عن الاستنشاق

“Adapun berkumur-kumur dan istinsyaq disyariatkan bagi orang yang puasa berdasarkan eksepakatan ulama. Nabi dan para sahabat berkumur-kumur dan beristinsyaq saat puasa. Tetapi beliau bersabda kepada Laqith Ibnu Shabirah Radliyallaahu ‘Anhu: ‘’bersungguh-sungguhlah dalam memasukkan air ke hidung (istinsyaq) kecuali saat engkau sedang berpuasa.’’ Beliau melarangnya terlalu dalam bukan melarang istinsyaq.”

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply