Berkat Shalawat Ahli Maksiat Menjadi Selamat

0

Berkat Shalawat Ahli Maksiat Menjadi Selamat. Ulama Yaman yang seringkali melakukan perjalanan dakwah di Indonesia adalah Al-Habib Umar bn Hafidz. Telah banyak pelajar-pelajar indonesia yang telah menimba ilmu di pondoknya, di Tarim Yaman. Dan ketika sudah pulang ke Indonesia, kebanyak mereka menjadi ulama-ulama besar yang menarik simpati banyak jama’ah.

Ketika berada di Indonesia, Al-Habib Umar menyampaikan ceramahnya, yang diterjemahkan oleh muridnya yang berasal dari Jakarta yang setia menemaninya -Al-Habib Jindan bin Novel bin Salim-.

Habib Umar mengisahkan: ada seseorang yg melakukan perjalanan dengan ayahnya dalam perjalannya tersebut ayahnya sakit dan meninggal dunia dperjalanan..yang membuat sianak ini terkejut dari kematian ayahnya, bahwasanya wajah ayahnya langsung berubah menjadi hitam kelam ,

Maka si anak makin bertambah sedih atas musibah yg makin besar ini ,Maka dia berpikir “seandainya aku minta bantuan kepada penduduk kampung yang ada disekitar sini untuk mengurus jenazah ayahku tetapi aku malu untuk memprlihatkan kepada mereka wajah ayahku yang mnjadi hitam, Dikarenakan stres yang mendera pikirannya dia pun mngantuk dan tertidur ditmpat itu, Maka dalam mimpinya Dia melihat seseorang manusia yang demikian putih, indah dan tampan, Maka orang trsebut mendatangi ayahnya yang sedang terbaring jenazahnya dan mengusap wajah orang tersebut dan berubah wajah ayahnya yang tadi hitam menjadi bercahaya dalam mimpinya,,

Maka si anak bertanya siapa gerangan engkau yg mana dgn berkat engkau Allah ta’ala mengangkat kesulitanku ini?,, maka dijawab “Aku adalah Nabimu Muhammad.
“Dahulu ayahmu adalah orang yang banyak berbuat dosa dan kesalahan akan tetapi disamping itu dia banyak bersholawat kepadaku maka aku simpan ini,dan aku setelah mngetahui dia wafat aku meminta syafaat kepada Allah Swt dan Allah Ta’ala mengizinkan aku untuk menolong orang ini,, maka ketika terbangun dia dapati ayahnya telah berubah menjadi putih,,dan sejak saat itu sianak slalu menyibukan dirinya dengan sholawat dan salam Terhadap Nabi Muhammad Saw dalam setiap keadaan apapun.

Dia berjumpa didengar dia dilihat oleh sebagian para sholihin yang berada dimekah,, itu ulama mekah melihat dia, dia bertanya “aku slalu melihat engkau slalu stiap waktu tiap jalan baca sholawat ,, ketika tawaf engkau sibuk dengan sholawat,,bahkan saat sa’i engkau sibuk dengan sholawat,, apakah engkau tidak tahu apapun kecuali hanya sholawat saja??,,Maka dikatakan “sesungguh aku punya kisah tersendiri atas Sholawat Kepada Nabi Muhammad Saw,, maka diapun menceritakan kisah sang ayahnya ini.

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply