Beriman Kepada Malaikat Allah

0

Setiap muslim wajib Beriman Kepada Malaikat yang mulia dan meyakini bahwa mereka semua adalah makhluk Allah. Seorang muslim juga harus beriman pada nama-nama dan tugas-tugas mereka. Salah satu nama malaikat yang wajib kita imani adalah Jibril ‘alaihi as-salam.

Allah berfirman, “katakanlah (wahai Muhammad)!, barang siapa memusuhi Jibril, maka ketahuilah! dialah yang telah menurunkan al-Qur’an kedalam hatimu dengan izin Allah, yang membenarkan kitab-kitab yang terdahulu dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah itu musuh bagi orang-orang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 97-98).

Allah SWT juga menyebutkan malaikat maut di dalam Al-Qur’an,

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad)!, sesungguhnya malaikat maut itu yang diberi tugas untuk mencabut nyawa dan mematikanmu. Kemudian kepada Tuhanmu engkau akan dikembalikan. (QS. As-Sajdah: 11).

Allah juga menyebutkan malaikat penjaga neraka yang bernama Malik. Allah berfirman,

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

Dan mereka berseru wahai Malikat Malik! biarlah Tuhanmu mematikan kami saja. Dia menjawab sungguh kamu akan tetap tinggal di neraka ini. (QS. Az-Zuhruf: 77).

Allah juga menyebutkan malaikat hafadzoh (penjaga),

Allah berfirman,

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ

Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya. Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila waktu telah kematian datang kepada salah seorang diantara kalian, malaikat-malaikat itu akan mencabut nyawamu. Dan mereka tidak melalaikan tugasnya. (QS. Al-An’am: 61).

Allah juga berfirman,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu menjagaya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka senantiasa menjaganya atas perintah Allah. (QS. Ar-Ra’du: 11).

Allah juga berfirman,

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (١٠) كِرَامًا كَاتِبِينَ

Dan sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi perbuatanmu. Kedudukan mereka mulia di sisi Allah. Merekalah yang mencatat pebuatan-perbuatanmu. (QS. Al-infithar: 10-11).

Allah juga berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tidak ada suatu kata yang terlontar dari mulut melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat (Roqib, Atid). (Qaff: 18).

Allah berfirman,

وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

Setiap orang akan datang dengan malaikat penggiring dan malaikat syahid (yang menjadi saksi). (Qaff: 21).

Ada juga beberapa nama malaikat yang disebutkan di dalam al-Hadits yang tidak disebutkan di dalam al-Qur’an. Dan mengimani mereka hukumnya wajib bagi kita. Diantaranya adalah malaikat malikur rohm dan malaikat nafkhur ruuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “setiap dari kamu diciptakan di dalam perut ibunya. Pada usia 40 hari ia berbentuk nuthfah (segumpal darah), lalu menjadi ‘alaqoh (segumbal daging), lalu menjadi mudghoh (daging yang membungkus tulang).

Kemudian Allah mengutus malaikat yang meniupkan ruh kedalamnya seraya menetapkan 4 hal yaitu tentang rizkinya, matinya, amalnya, dan celaka atau beruntung”.

Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia!, sesunggunya ada salah seorang diantara kalian yang melakukan amalan ahli surga, sementara posisi jarak antara dia dengan surga itu telah sangat sedekat -satu dziro’ (sejengkal)-. Namun amalannya diakhiri dengan amalan ahli neraka, sehingga ia pun masuk ke dalam neraka.

Dan ada pula salah seorang diantara kalian yang beramal dengan amalan ahli neraka, sampai jarak antara dia dengan neraka sudah sangat dekat satu dziro’. Akan tetapi takdir menghendakinya untuk mengakhiri sisa umurnya dengan amalan ahli surga. Maka masuklah ia ke dalam surge. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim).

Sebagai muslim kita wajib beriman kepada malaikat secara global disamping beriman kepada segala sesuatu yang diberitakan Allah secara terperinci di dalam al-Qur’an maupun al-Hadits. Karena iman kepada malaikat memiliki pengaruh yang besar bagi peningkatan derajat seorang mukmin untuk sampai kepada Tuhannya.

Jika seseorang telah bisa merasakan keberadaan malaikat-malaikat yang berada di sekitarnya, maka ia akan malu jika ingin berbuat maksiat.

Demikian penjelasan singkat tenatang iman kepada malaikat. Wal hamdulillahi robbil ‘alamiin.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

Share.

Leave A Reply