Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

0

Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah. Iman kepada kitab-kitab samawi (yang turun dari langit) termasuk salah satu dari rukun iman yang enam. Tanpa beriman kepada kitab Allah, keimanan seorang muslim akan cacat. Kitab-kitab Allah adalah bentuk pertolongan, perhatian, dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada kita melalui perantara para rasul -sebagai petunjuk yang akan mengantarkan kita menunju kebahagiaan dunia dan akherat-.

Setiap muslim wajib beriman kepada semua kitab Allah secara global. Kitab-kitab Allah ini berisi tata cara bagaimana manusia menyembah dan beribadah kepada Allah dengan benar. Allah SWT telah menurunkan al-Qur’an kepada nabi Muhammad SAW juga menurunkan kitab-kitab sebelumnya.

Allah berfirman,

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ

Allah telah menurunkan kitab suci kepadamu (Muhammad) dengan kebenaran, dan ia membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Dan Dia telah menurunkan Taurot dan Injil. (QS. Ali-Imran: 3).

Seorang muslim wajib beriman terhadap segala sesuatu yang dibawa dan dikandung oleh kitab-kitab Allah. Seorang Muslim harus beriman bahwasanya Allah SWT telah menurunkan shuhuf (lembaran-lembaran/kitab suci) kepada nabi Ibrahim.

Allah berfirman,

إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الأولَى (١٨) صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى

Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yaitu kitab-kitab nabi Ibrahim dan Musa. (QS. Al-A’la: 18-19).

Allah juga berfirman,

أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَى (٣٦) وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى

Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang ghaib sehingga dia dapat melihatnya. Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran lembaran / kitab suci yang diturunkan kepada nabi Musa. (QS. An-Najm: 36-37).

Seorang muslim juga harus beriman bahwa Allah menurunkan kitab kepada nabi Dawud alaihi as-salam.

Allah berfirman,

وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَى بَعْضٍ

Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi atas sebagian yang lain. Dan kami menurunkan Zabur kepada Dawud. (QS. Al-Isra’: 55).

Allah juga berfirman, inna awhainaa ilaika kama auhainaa ila nuuhiw wannabiyyina min ba’dih. Wa auhainaa ilaa ibroohiima wa ismaaiila wa ishaaqo wa ya’quuba wal asbaati wa ‘iisa wa ayyuuba wa yuunusa waa haaruuna wa sulaiman. Wa aataina dawuda zaburo (sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana kami memberi wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi setelah Nuh. Dan kami wahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Asbath, ‘Isa, Ayyub, Harun, dan Sulaiman. Dan kami memberikan kitab Zabur kepada Dawud).

Seorang muslim juga beriman bahwasanya Allah menurunkan kitab Injil kepada nabi Isa bin Maryam.

Allah berfirman,

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ

Dan ingatlah ketika Allah berfirman, wahai Isa putra Maryam! ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan ruhul qudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia di waktu masih buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah! Aku telah mengajarkan menulis kepadamu, hikmah , taurot, dan injil. (QS. Al-Maidah: 110).

Seorang muslim wajib beriman bahwasanya Allah menurunkan shuhuf (lembaran /kitab suci) kepada Ibrahim. Allah juga menurunkan Taurot kepada nabi Musa, menurunkan kitab Zabur kepada nabi Dawud, dan menurunkan Injil kepada nabi Isa. Seorang muslim tidak mungkin mendustakan suatu kitab yang diturunkan kepada salah seorang nabi-Nya.

Sebagai muslim kita tidak boleh meyakini bahwa Allah akan menjaga kitab-kitab yang terdahulu yang diturunkan sebelum al-Qur’an. Hal ini karena 2 hal yaitu:

  1. Allah tidak pernah mengatakan di dalam al-Qur’an bahwa Dia akan menjaganya sampai sekarang. Akan tetapi Allah mengatakan bahwasanya bani Israil telah merubah dan menggantinya. Dan semua kitab-kitab Allah yang turun sebelum al-Qur’an diturunkan untuk kaum Israil.

Allah berfirman mengenai bani Israil,

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

Celakalah orang-orang yang merubah kitab suci dengan tangannya, kemudian mengatakan ini berasal dari Allah, dengan tujuan mendapatkan sedikit dari kenikmatan dunia. Maka celakalah bagi mereka atas apa yang ditulis oleh tangan mereka. Dan celakalah atas apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79).

Allah berfirman,

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ

Tetapi karena mereka melanggar janjinya, maka kami melaknat mereka dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka gemar merubah firman Allah dengan hawa nafsunya. Mereka sengaja melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. (QS. Al-Maidah: 13).

Allah berfirman yang ditujukan untuk orang-orang yang beriman,

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka telah mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya, padahal mereka mengetahuinya. (QS. Al-Baqarah: 75).

  1. Apabila kitab-kitab itu tetap ada dan terjaga sampai sekarang, maka al-Qur’an akan menghapus ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Allah berfirman,

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ

Dan kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (QS. Al-Maidah: 48).

Allah berfirman,

اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Ikutilah apa-apa yang telah Aku wahyukan kepadamu wahai Muhammad, wahyu yang datang dari tuhanmu yang tiada Tuhan melainkan Dia. Dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (QS. Al-An’am: 106).

Allah juga berfirman,

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

  Ini adalah kitab yang penuh berkah yang kami turunkan kepada Muhammad. Maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu menjadi orang-orang yang beruntung. (QS. Al-An’am: 155).

Allah berfirman,

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

  Ikutilah apa-apa yang Aku turunkan kepada kamu sekalian yang datang dari Tuhanmu. Dan janganlah kamu menjadikan seorang penolong selain Allah. Akan tetapi, hanya sedikit diantara kalian yang ingat kepada Allah. (QS. Al-A’raf: 3).

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa seorang muslim wajib beriman kepada kitab-kitab samawi baik secara global maupun terperinci. Ia juga harus bisa memahami bahwa kitab-kitab itu diturunkan kepada nabi-nabi tertentu yang telah dipilih oleh Allah SWT.

Akan tetapi ia dilarang mengikuti ajaran-ajaran yang ada di dalam kitab-kitab terdahulu. Ia hanya wajib beriman dan mengikuti ajaran dan kandungan kitab suci al-Qur’an. Karena al-Qur’an adalah kalam (firman) Allah yang terakhir bagi seluruh umat manusia. Walhamdulillahi robbil ‘alamiin. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

Share.

Leave A Reply