Baik Buruknya Perbuatan Manusia Bergantung Pada Tebal Tipisnya Iman Kepada Malaikat

0

Baik Buruknya Perbuatan Manusia Bergantung Pada Tebal Tipisnya Iman Kepada Malaikat. Rukun iman yang ke-dua adalah percaya pada Malaikat Allah SWT. Jumlah Malaikat sangatlah banyak, bahkan dikatakan bahwa Jumlahnya paling bayak jika dibandingkan dengan jumlah manusia, jin, binatang, dan semua makhlik yang ada di dunia. Akan tetapi yang wajib diketahui hanya 10 Malaikat. Inilah nama-nama Malaikat yang diterangkan di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits; Jibril, Mikail, Israfil, Izra’il, Mungkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, Ridwan. Setiap malaikat memiliki tugas masing-masing yang telah Allah tetapkan. Mereka selalu menuruti perintah Allah dan tidak pernah membangkang. Mereka selalu beribadah dengan menyucikan Allah di seluruh hidupnya.

Malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan kita adalah malaikat Raqib dan Malaikat Atid. Malaikat Raqib mencatat amail baik kita, sedangkan malaikat Atid mencatat amal buruk kita. Sungguh beruntung orang yang terus menyibukkan Malaikat Raqib dan memenuhi catatannya dengan amal baik, karena dipengadilan Allah nanti ia akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanan dan ia akan melihat apa balasan yang akan didapatkannya. Dan benar-benar celaka orang yang menyibukkan malaikat Atid dan memenuhi catatannya dengan amal buruk, karena di akherat nanti ia akan menerima buku catatan amal dengan tangan kiri atau dari balik punggungnya karena sangat malu kepada Allah. Dan ia akan menerima siksaan Allah sebagai balasan dari amal buruknya, na’udlibillahi min dzalik.

Malaikat tidak bisa berbohong atas pengamatannya. Jika yang ia lihat dari kita itu sesuatu yang baik maka ia akan mencatatnya sebagai sesuatu yang baik, dan jika yang ia lihat adalah keburukan maka ia tidak bisa menutupinya. Allah menciptakan Malaikat dari cahaya, sehingga tidak ada kegelapan di dalam dirinya. Semua informasi yang disampaikan oleh Malaikat adalah kejujuran yang sesuai fakta lapangan. Jika ia berani berbohong maka ia akan langsung berhadapan dengan murka Allah yang akan membuatnya binasa.

Seorang muslim yang benar-benar percaya pada Malaikat yang senantiasa mengawasi gerak gerinya akan selalu bersikap hati-hati. Ia akan senantiasa menjaga anggota badannya agar tidak tercebur dalam lembah maksiat dan dosa. Ia akan berbicara jika sekiranya yang ia katakan itu mengandung kebaikan dan ia akan diam jika sebaliknya. Ia tidak akan melangkahkan kakinya kecuali jika ia telah yakin bahwa tempat yang akan ia tuju mengandung kebaikan dan pahala. Ia tidak akan berani untuk mengambil sesuatu dengan tangannya kecuali ia telah yakin bahwa yang ia ambil itu sesuatu yang baik dan telah menjadi haknya. Ia tidak akan melihat kecuali ia telah yakin bahwa apa yang dilihatnya tidak mengandung dosa. Ia tidak akan memberikan kesempatan kepada hatinya untuk berprasangka yang buruk karena malaikat akan tahu, ia juga tidak memberinya kesempatan untuk berbangga diri, pamer, merendahkan saudaranya, berharap dan bergantung pada selain Allah, mencintai selain Allah, dst, karena malaikat akan tahu dan mencatat semuanya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَار،ِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ وَصَلَاةِ الْفَجْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ فَيَقُولُ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّون (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Di tengah-tengah kalian ada malaikat yang silih berganti bertugas mengiringi kalian diwaktu malam dan siang hari, mereka bertemu ketika waktu shalat ‘ashr dan waktu shalat subuh. Malaikat yang mengawasi kalian di malam hari naik ke langit, lantas Allah bertanya mereka, ‘bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Para malaikat menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka sedang mereka tengah mendirikan shalat, dan kami datangi mereka sedang mereka mendirikan shalat’.” (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits :

  1. Bahwa setiap insan senantiasa diiringi dan diawasi oleh Malaikat yang selalu mencatat segala amal perbuatannya. Malaikat tersebut saling bergantian menjaga insan, untuk kemudian mereka melaporkan segala amal perbuatan manusia kepada Allah Swt.
  2. Jika manusia senantiasa melakukan amal shaleh, khususnya pada waktu ashar dan subuh, malaikat akan ‘melaporkan’ kepada Allah Swt ketika Allah bertanya kepada mereka, ‘bagaimana kalian meninggalkan (keadaan) hamba-Ku?’ Mereka menjawab, Aku datangi mereka di waktu ashar, ia sedang shalat, dan aku tinggalkan ia di waktu subuh, juga sedang shalat.’ Hadits ini sekaligus menggambarkan keutamaan shalat subuh dan ashar tepat waktu berjamaah di masjid.
  3. Kebalikannya, apabila di waktu tsb manusia sedang terlena dan terlelap dalam tidurnya, dan atau sedang asyik dengan dunia dan pekerjaannya, maka tentu malaikat akan menjawab ketika Allah bertanya, bagaimana keadaan hamba-Ku? Mereka menjawab, ‘Aku datangi ia di waktu ashar dalam keadaan sedang asyik terlena dengan dunianya, dan aku tinggalkan ia di waktu subuh, dalam keadaan terlelap tidur.’ Na’udzubillahi min dzalik…Wallahu A’lam
Share.

Leave A Reply