Apakah Nabi Khidzir Masih Hidup Sampai Sekarang?

0

Bukanlah hal yang mustahil secara akal maupun secara syar’i jika nabi Khidzir masih hidup. Sebagai seorang muslim hendaknya kita tidak serta merta menolak pendapat yang mengatakan bahwa nabi Khidzir masih hidup, sebelum kita meneliti pada syareat Islam apakah ada keterangan-keterangan yang menerangkan masalah ini.

Allah ‘azza wajalla berhak untuk memanjangkan umur hambanya menurut kehendak-Nya. Dan hal ini bertujuan ada kalanya untuk menetapkan siksaan -seperti yang terjadi pada iblis la’natullah, dan ada kalanya sebagai karomah dan kemuliaan -sebagaimana yang diberikan Allah kepada Khidzir-. Oleh karena itu jika terjadi pada selain Iblis, maka kemungkinan itu adalah karomah untuknya, atau adanya suatu hikmah yang hanya diketahui oleh Allah semata.

Para ulama salafussholih telah meneliti masalah ini, lalu menyimpulkan bahwa nabi khidzir masih hidup sampai sekarang (zaman mereka). Dirwayatkan dari sahabat Anas, “ketika nabi SAW wafat, datang seorang laki-laki yang memiliki jenggot yang berwarna kemerah-merahan dan kulit badan yang berwarna cokelat.

Ketika melihat jasad Rasulullah SAW, orang ini menangis, lalu ia menoleh kepada para sahabat seraya berkata, “sesunggunya setiap musibah itu ada yang menghibur, sesungguhnya ada yang akan datang atas sesuatu yang pergi, dan ada penganti dari sesuatu yang telah hancur.

Kembalilah kalian semua kepada Allah dan berharaplah hanya kepada-Nya”, lalu ia pergi. Para sahabat saling bertanya ‘siapakah sebenarnya orang itu’, sayyidina Abu Bakar rodliyallahu ‘anh berkata, “ia adalah teman nabi Muhammd SAW -Khidzir a‘laihis salaam-. (HR Hakim).

Diriwayatkan dari Anas lagi bahwa pada suatu malam Anas keluar bersama Rasulullah SAW. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Khidzir, dan terjadilah percakapan antara Rasulullah dengan Khidzir. Diantara perkataan yang diucapkan oleh Khidzir kepada nabi Muhammad adalah, “sesungguhnya Allah telah melebihkan derajatmu di atas para nabi sebagaimana Allah melebihkan bulan Ramadlan atas bulan-bulan yang lain.

Dan Allah melebihkan umatmu atas umat-umat yang lain sebagaimana Dia melebihakan hari jum’at di atas hari-hari yang lain”. Ketika Khidzir akan pergi, beliau berdo’a, “ya Allah! jadikanlah aku termasuk kedalam umat yang terkasih, umat yang mendapat petunjuk, dan umat yang diterima taubatnya, umat Muhammad SAW”. (HR Thobari).

Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Khidzir itu berada di laut dan nabi Ilyasa’ di darat. Keduanya akan bertemu setiap malam di sebuah penutup (red: bendungan) yang dibangun oleh raja Dzulqornain. Penutup itu memisahkan antara manusia dengan yakjuj makjuj. Dan mereka bertemu setiap tahun di masjidil haram dan akan meminum air zamzam yang cukup bagi mereka sampai tahun depan”.

Inilah beberapa hadits yang menerangkan keberadaan nabi Khidzir. Adapun berita yang berasal dari ulama dan para ahli fiqih diantaranya apa yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi yang mengatakan bahwa nabi Khidzir akan terus hidup sampai datangnya hari kiamat. Dan ini adalah pendapat sebagian besar para ulama (al-majmu’).

Syekh Syihabuddin Ahmad ar-Romli pernah ditanya mengenai Khidzir dan Ilyas ‘alaihimas salam. Beliau mengatakan bahwa Khidir -sebagaimana dikatakan oleh para ulama- adalah seorang nabi. Firman Allah, wa maa fa’altuhu ‘an amrii (apa yang aku lakukan ini bukan atas kehendakku). Firman Allah,

آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا

Dan Aku (Allah) memberinya rahmat. (QS. Al-Kahfi: 65).

yang dimaksud dengan rahmat di sini adalah wahyu dan kenabian.

Sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa Khidzir bukan seorang nabi. Akan tetapi pendapat yang benar adalah pendapat yang mengatakan bahwa Khidzir adalah nabi dan ia masih hidup sampai sekarang.

Ibnu Solah mengatakan bahwa mayoritas ulama dan orang-orang soleh mengatakan bahwa khidzir itu hidup. Dan pendapat yang benar adalah bahwasanya Khidzir itu manusia. Dan tempat tinggal sayyidina Khidzir dan sayyidina Ilyas itu di tanah Arab. (fatawa Syekh Syihabuddin ar-Romli).

Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa pendapat para ulama di atas selaras dengan hadits nabi Muhammad SAW, bahwasanya nabi Khidzir itu masih hidup sampai sekarang, dan ia adalah seorang manusia.

Terkadang ia bertemu dengan orang yang soleh sebagai karomah atas khidzir dan karomah bagi orang yang ditemuinya. Para ulama telah berbeda pendapat mengenai kenabiyaannya. Namun pendapat yang benar adalah yang mengatakan bahwa ia adalah seorang nabi sebagaimana dikatakan oleh Syekh Syihab ar-Romli. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply