Apa Yang Menjaga Jasad Rasulullah SAW

0

Apa Yang Menjaga Jasad Rasulullah SAW. Tidak berhenti orang-orang yang membenci nabi Muhammad untuk menghinakannya meskipun nabi telah wafat. Akan tetapi beliau adalah sang kekasih Allah yang tidak mungin lepas penjagaan Allah atasnya. Kapan pun perlindungan-Nya akan senantiasa ada untuk orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Pemagaran jasad Rasulullah dengan dikelilingi timah ini, terkait dengan upaya kaum Nasrani yang ingin mencuri jasad Nabi. Namun, upaya itu gagal karena upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Sultan Nuruddin Zankiy setelah didatangi Rasulullah dalan mimpinya.
Kejadian ini adalah satu dari lima upaya orang-orang yang benci terhadap Islam untuk mencuri jasad Nabi. Kelima upaya itu semuanya gagal total, berkat perlindungan Allah atas kekasih-Nya itu.

Suatu malam, Sultan Nuruddin Zankiy bermimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam tidurnya. Dalam mimpinya, Rasulullah dengan mengatakan, “Tolong, selamatkan aku dari dua orang laki-laki ini,” sambil menunjuk dua orang laki-laki berambut pirang. Nuruddin Zanky terkejut dan bangun dari tidurnya.

Pada malam itu juga, ia mengumpulkan para menterinya dan memerintahkan Perdana Menterinya untuk menemaninya berangkat ke Madinah dengan membawa 20 orang pembantu dan harta benda yang banyak. Enam belas hari kemudian ia tiba di Madinah. Dia berziarah ke makam Nabi, kemudian mengumpulkan seluruh penduduk Madinah.
Dia pun membagikan harta ke seluruh penduduk Madinah, sembari mengamati satu persatu wajah mereka.

Barangkali ada yang wajahnya sama dengan yang ditunjukan Rasulullah dalam mimpinya. Namun, ia tak menemukan orang yang diisarahi Nabi. Akhirnya ia bertanya, “Adakah orang yang belum mengambil sesuatu dari harta shadaqah ini?” Mereka menjawab, “Tidak”.
Dia berkata lagi, “Berpikirlah, ingat-ingatlah”. Merekapun menjawab, “Tidak tertinggal seorangpun, kecuali dua orang Maroko, keduanya adalah orang shalih, kaya dan banyak shadaqah.”

Mendengar itu, dada panglima pun menjadi lega. Kemudian, memerintahkan untuk memanggil keduanya. Lalu dia melihatnya persis seperti dua orang laki-laki yang dilihatnya di dalam tidurnya. Diapun bertanya kepada keduanya, “Dari mana kalian berdua?” Keduanya menjawab, “Jamaah haji dari Maroko.” Nuruddin bertanya, dimana mereka tinggal? Dijawab bahwa mereka tinggal di pemondokan dekat makam Nabi.

Nuruddin mendatangi tempat mereka dan ternyata berupa kemah yang di dalamnya didapati tumpukan kitab tasawuf dan harta benda. Banyak orang yang memuji saat menyaksikan hal itu. Curiga, akhirnya Nuruddin membuka tikar yang ada di lantai, dan ternyata didapati terowongan yang mengarah ke makam Nabi. Terkejutlah penduduk Madinah.
Setelah keduanya diinterogasi mereka mengaku, sebagai penggali makam dan diutus oleh raja Kristen untuk mencuri jasad Nabi dan membawa ke negeri mereka. Keduanya, berangkat dengan menyamar sebagai jamaah haji.

Mendengar pengakuan dari keduanya, Nuruddin tidak mampu menahan air matanya. Ia tersedu-sedu agak lama. Akhirnya, ia memerintahkan agar memenggal kepala dua perusuh tersebut, lalu menugaskan pembantunya untuk mencari timah sebanyak-banyaknya. Kemudian, memerintahkan untuk menggali parit sedalam sumber air di sekitar makam Nabi. Selanjutnya, timah yang ada dilelehkan di sekeliling makam Nabi, terpagari dengan timah tersebut.
Subhanallah. Allah menjaga jasad Nabi, meski beliau sudah wafat.

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply