Apa Persamaan Indonesia Dan Al-Madinah Al-Munawwarah

0

Apa Persamaan Indonesia Dan Al-Madinah Al-Munawwarah. Ketika Rasulullah SAW hadir di Kota Madinah, semua penduduknya menyambutnya dengan cinta dan suka cita. Tidak ada permusuhan dan peperangan, hati-hati penduudk Madinah telah mendapatkan cahaya Ilahi untuk menerima cahaya Muhammad SAW. Agama Islam bisa masuk ke dalam jiwa mereka dengan mudahnya. Segala pesan-pesan yang dikatakan oelh baginda nabi bagi mereka bagaikana mutiara-mutiara yang akan mereka tangkap lalu mereka akan memasangkannya di skujur badan mereka.

Ternyata tidak hanya para penduduk madinah saja yang memiliki hati seperti itu, namun penduduk Indonesia juga memeiliki hati itu. Al-habib ali zainal abidin bin abdurrahman aljufri menyampaikan: kita sedang berhubungan langsung dengan Shohibul Madinah Muhammad SAW. Kita merasakan dan kita merenungkan bahwa sekarang kita di Indonesia ini, tetapi pada Hakikatnya kita sedang duduk di tanah Madinah Al Munawaroh. “Ahlul Madinah !! “ Orang-orang Madinah masuk dalam Islam tanpa peperangan , Orang-orang Indonesia pun masuk dalam Islam tanpa peperangan.

Dan juga Penduduk Madinah menerima kedatangan Beliau , menerima kecintaan Beliau, menerima dengan pengorbanan, Dan penduduk Indonesia pun sama menerima kedatangan keturunan Nabi Muhammad SAW yakni kedatangan sembilan Wali ( Wali Songo ) menyebarkan Islam di Pulau Jawa dengan meyakini dan membenarkan Risalah Nabi Muhammad SAW. Orang-Orang Madinah dengan Akhlak mereka yang dibawa dari Rasulullah SAW menerima kedatangan para kaum Muhajirin, menerima dengan kelembutan serta pengorbananya terhadap Kaum Muhajirin.

Orang-Orang Indonesiapun memiliki kesamaan. Mereka menerima kedatangan orang-orang dari negara manapun, yang membawa kecintaan dari Baginda Rasulullah SAW. Maka inilah Indonesia yang memiliki titik kesinambungan dengan Kota Madinatulmunawaroh.
Banyak dari mereka seraya berkata : “Jangan mencintai Ahlul Bayt, Jangan mencintai daripada Da’i-da’i yang datang mengajarkan Mahabbah kepada Allah SWT” Aku sampaikan seperti ini agar kalian mencintai Para Ahlul Bayt dan Para Ulama yang mengajarkan Kecintaan pada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Jangan menjauhi mereka ! jangan memerangi mereka ! tetapi tetaplah teguh pada Cinta dan Mahabbah kepada Rasulullah SAW. Dan tetap mendo’akan kepada mereka agar Allah SWT melimpahkan hidayah kepada mereka. Cinta kepada Rasulullah SAW, Cinta terhadap Ahlul Bayt, Cinta terhadap Ulama.. sebagian mereka mengatakan : “Jangan cinta berlebih-lebihan kepada Nabi, itu kultus ! Dan sebagian mengatakan, jangan mencintai terhadap Ahlul Bayt berlebih-lebihan itu Kultus, Sebagian mengatakan jangan mencintai kepada Sahabat Nabi berlebih-lebihan , itu tidak Benar ! . Menganggap itu syirik dan sebagainya .

Teguhlah !! Belajar yang benar terhadap Guru-Guru kalian yang benar yang sanadnya bersambung kepada Nabiyullah Muhammad SAW. Teguhlah kalian kepada cahaya cinta Allah yang dibawa Guru kalian Habib Mundzir Bin Fu’ad Al Musawa, yang mengajarkan kepada kalian cinta Allah dan kepada Rasulullah SAW… Peganglah teguh, amalkan , ajarkan , sebarkan, kepada orang-orang dekat kalian , kepada teman-teman kalian, kepada keluarga kalian, kepada murid-murid kalian, tentang cinta kepada Allah SWT dan Cinta kepada Rasulullah SAW”

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply