Amalan yang sangat utama adalah engkau memandang ulama dan dia memandangmu. Hal itu, karena engkau tidak mungkin memamerkannya dan orang lain tidak menginginkannya (dengki). Berbeda dg sedekah, haji, dll yang engkau kerap tergoda untuk memamerkannya, dan orang lain menginginkannya (dengki)

0

Amalan yang sangat utama adalah engkau memandang ulama dan dia memandangmu. Hal itu, karena engkau tidak mungkin memamerkannya dan orang lain tidak menginginkannya (dengki). Berbeda dg sedekah, haji, dll yang engkau kerap tergoda untuk memamerkannya, dan orang lain menginginkannya (dengki).

Orang yang mencintai Allah, dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya akan balas dicintai oleh Allah Swt. Dan jika Allah telah mencintai seorang hamba maka Allah akan mengumumkan cinta-Nya kepada seluruh penduduk langit, bahwa Allah telah mencintai seseorang. Maka seluruh malaikat akan mencintainya, dan penduduk bumi juga turut mencintainya.

Kepada orang yang dicintai-Nya, Allah akan memberinya anugerah sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Ada sebagian orang yang diberi anugerah harta benda. Ada yang dikarunia kesehatan dan umur yang panjang. Ada yang diberi kekuasaan dan kehormatan. Ada yang diberi kekuatan untuk menjalankan berbagai macam ibadah. Dan ada pula yang dipahamkan tentang ilmu-ilmu agama, sehingga ia menjadi ulama. Dan anugerah ilmu merupakan anugerah yang paling besar, sebab dengan ilmu Allah akan mengangkat derajat manusia ke tempat yang mulia.

Ulama adalah pewaris para nabi. Jika dahulu para nabi menyeru umatnya untuk menyembah kepada Allah, maka sekarang para ulama lah yang menyeru manusia untuk mengingat Allah. Ulama adalah wakil Allah yang ada di bumi. Seluruh waktu dan tenaganya ia korbankan untuk berjuang di jalan Allah. Meskipun cobaan dan rintangan terus menghadang, ia tetap menyeru kepada manusia agar beribadah kepada Allah.

Karena keikhlasan dan kesabarannya, Allah meletakkan keberkahan di dalam dirinya. Dengan lisannya ia mampu membangunkan akal-akal yang tertidur, sehingga mereka bangun lalu berfikir tentang kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. Badan-badan yang malas menjadi bersemangat untuk menjalankan ibadah setelah mendengar kalam-kalam hikmah yang keluar dari mulutnya. Dan wajahnya yang bersih dan bersinar membuat hati-hati yang sombong menjadi tawadhu’.

Tiada seseorang yang duduk dekat dengan ulama, kecuali ia akan merasakan kenyamanan dan ketenangan hati yang tidak bisa dilukisakan dengan kata-kata. Wajahnya mengingatkan siapa saja yang memandangnya akan Allah Swt. Dan setelah kita beranjak pulang dari kediamannya, kita seperti membawa obat hati yang cukup diminum untuk beberapa minggu kedepan. Oleh karena itu tidak heran jika kita mendapati banyak orang yang ingin berjumpa dengannya.

Rasulullah Saw bersabda,

سَأَلَ رَجُلٌ الْحَسَنَ الْبَصْرِيْ فَقَالَ: يَا إِمَام دُلَنِيْ عَلَى عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى اللهِ وَيُدْخِلُنِيْ الْجَنَّةَ. قَالَ: أحِبْ أَحَدَ أَوْلِيَاءِهِ، عَسَى اللهُ أَنْ يَتَطَلَّعَ إِلَى قَلْبِهِ فَيَجِدُ إِسْمَكَ مَكْتُوْبٌ فِيْهِ فَيُدْخِلُكَ مَعَهُ الْجَنَّةَ

Seseorang bertanya pada Hasan Al-Bashri, ‘Wahai imam Hasan, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang akan mendekatkanku kepada Allah dan memasukkanku ke dalam surga. Beliau menjawab, ‘cintailah salah satu dari wali Allah. (Ketahuilah) ketika Allah melihat hati salah seorang wali-Nya lalu Ia mendapati namamu ada di dalam hati wali-Nya itu maka Ia akan memasukkanmu ke dalam surga bersamanya.

Rasulullah Saw. bersabda,

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ نَظَرَ إِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ نَظْرَةً فَفَرِحَ بِهَا، خَلَقَ اللهُ تَعَالَى مِنْ تِلْكَ النَّظْرَةِ مَلَكًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Nabi saw brsabda, ;barangsiapa yang memandang ke wajah orang alim dengan pandangan cinta, maka Allah akan merubah pandangan cinta itu menjadi malaikat yang terus memintakan ampun untuk orang itu sampai hari kiamat tiba. (Lubab Al-hadits)

Rasulullah Saw. bersabda,

قاَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا زَارَنِيْ، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا صَافَحَنِيْ، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Nabi Muhammad Saw bersabda, ‘Barangsiapa yang mengunjungi seorang ‘alim maka seolah-olah ia mengunjungiku, dan barangsiaoa yang bersalaman dengannya maka seoleh-olah ia bersalaman denagn ku, dan barangsiapa yang (Lubabul Hadits)

 

Share.

Leave A Reply