Aib-Aib Dan Penyakit Hati Yang Harus Dihilangkan

0

Aib-Aib Dan Penyakit Hati Yang Harus Dihilangkan. Ayat dibawah ini menunjukkan kepada orang-orang mukmin akan adab-adab yang harus dijaga dan dilaksanakan, yang berfungsi agar menghilangkan penyakit hati dan persatuan dan persaudaraan umat Islam tetap terjaga. Adab-adab yang terkandung di dalam ayat ini adalah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-hujarat: 12).

  1. Kita tidak boleh berprasangka buruk kepada saudara-saudra kita, apalagi menuduh mereka dengan tanpa bukti yang jelas. Allah SWT berfirman bahwa jauhilah oleh kalian prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa. Akan tetapi ada prasangka-prasangka yang diperbolehkan, diantaranya prasangka yang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan urusan dunia mereka -seperti memperkirakan akan terjadi sesuatu atas tindakan tertentu-, atau ijtihad para ulama ketika mengambil sebuah hukum dari dalil-dalil syar’i (al-Qur’an dan al-Hadits).

Sesunggunya para ulama menetapkan suatu hukum sesuai dengan prasangka mereka yang berlandaskan atas sejauh mana pemahaman mereka terhadap al-Qur’an dan al-Hadits.

  1. Kita tidak boleh mencari-cari aib dan kekurangan orang lain, apalagi menyebarkannya. Sesungguhnya orang-orang yang mencari-cari cacat orang lain, pasti suatu saat cacatnya sendiri dibuka oleh Allah, meskipun ia bersembunyi di suatu tempat yang sempit. Dan barangsiapa yang menutupi aib dan cacat saudaranya maka Allah akan menutupi cacatnya di dunia dan di akherat.
  2. Kita tidak boleh membicarakan hal-hal yang tidak baik berkenaan dengan seseorang yang tidak berada di hadapan kita. Sesungguhnya orang-orang yang gemar berghibah dan membicarakan kejelekan orang lain diumpamakan seperti orang yang memakan bangkai daging saudaranya sendiri. Tentu ia akan merasa jijik dan menolak untuk memakannya.

Oleh karena kita tidak mau memakan bangkai, maka jauhilah oleh kita perbuatan berghibah. Dan berhati-hatilah untuk berghibah kepada orang-orang soleh. Karena mengghibah mereka termasuk dosa besar yang dapat mendatangkan murka Allah.

# PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK

  1. Seorang muslim Janganlah berprasangka buruk kepada orang lain tanpa adanya bukti nyata.
  2. Seorang muslim janganlah gemar mencari-cari cacat dan kekurangan orang lain kemudian menyebarkannya. Dan janganlah engkau menyibukkan dirimu dengan berbicara mengenai kejelakan orang-orang yang tidak berada di hadapanmu.
  3. kita harus berusaha sekuat tenaga untuk berkata dan berbuat sesuai dengan yang diridloi oleh Allah SWT. Dan hendaknya kita segera bertaubat kepada Allah atas dosa-dosa kita yang telah menumpuk.

 

 

Share.

Leave A Reply