Ada Hamba Kekasih Allah Yang Diposisikan Untuk Melayaninya, Dan Ada Pula Hamba Yang Dikhususkan Untuk Mencintainya (Hikmah Ke-Enampuluh Delapan)

0

Ada hamba kekasih Allah yang diposisikan untuk melayaninya, dan ada pula hamba yang dikhususkan untuk mencintainya {kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, kami berikan bantuan dari kemurahan tuhanmu. Dan kemurahan tuhanmu tidak dapat dihalangi}

قَوْمٌ أَقَامَهُمُ الْحَقُّ لِخِدْمَتِهِ، وَقَوْمٌ إِخْتَصَّهُمْ بِمَحَبَّتِهِ { كُلًّاً نُمِدُّ هَؤُلاَءِ وَهَؤُلاَءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّك وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا}

Ada hamba kekasih Allah yang telah dipilih dan diberi tugas untuk melayani-Nya dengan berbagai macam ibadah dzohir, sehingga ia pantas untuk mendapatkan surga Allah. Mereka adalah al-‘abidun (ahli ibadah). Dan ada pula kaum yang dikhususkan oleh Allah dengan cinta-Nya, sehingga ia pantas masuk ke dalam hadlroh (hadirat) Allah. Mereka adalah al-‘arifuun dan al-muhibbun (orang-orang yang telah mendapatkan ma’rifat dan cinta Allah).

Sesungguhnya semuanya melayani Allah, akan tetapi kelompok yang pertama lebih banyak melayani-Nya dengan anggota badan, dan kelompok yang kedua lebih banyak melayani-Nya dengan hati.

Allah berfirman,

كُلا نُمِدُّ هَؤُلاءِ وَهَؤُلاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. (QS. Al-Isra’: 20).

Apabila kita telah menyadari bahwa Allahlah yang menempatkan setiap manusia sesuai dengan maqom dan kedudukannya, maka kita tidak akan meremehkan apalagi menghina orang lain.

Syekh Abdul Majid, Syarhu Kitabil Hikam

 

 

 

Share.

Leave A Reply